Notification

×

Iklan

Iklan

Payakumbuh Hidupkan Ekonomi Warga Lewat Festival Budaya Pacu Itik Bulanan

01 Juni 2026 | 00:47 WIB Last Updated 2026-06-01T00:50:02Z


PAYAKUMBUH, pasbana — Pemerintah Kota Payakumbuh meluncurkan senjata baru untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat: festival budaya rutin bertajuk SAKU TABA (Sawah Padang Aua Kuniang Tujuan Wisata Budaya dan Adat). Digelar perdana di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Minggu (31/5/2026), event ini memadukan atraksi budaya otentik dengan pemberdayaan UMKM lokal.

Pembukaan berlangsung meriah dengan tradisi pacu itik, ditandai pelepasan itik secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman.

Elzadaswarman menegaskan, pengembangan budaya dan pariwisata bukan sekadar agenda pelestarian, melainkan strategi nyata memperkuat ekonomi rakyat di tengah tekanan global yang kian berat.

"Ekonomi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kita harus mampu memanfaatkan potensi yang kita miliki — melalui UMKM, pariwisata, dan budaya lokal," ujarnya.

Kawasan Sapaku, khususnya Aua Kuniang, disebut memiliki modal wisata yang lengkap: tradisi pacu itik yang khas, kuliner legendaris gulai itik lado hijau, serta deretan destinasi yang sudah dikenal luas seperti Gadih Angik, Panorama Ampangan, dan Puncak Batu Barigi.

SAKU TABA dirancang sebagai agenda tetap setiap Minggu terakhir dalam sebulan — menjadikannya kalender wisata yang bisa diandalkan wisatawan maupun pelaku usaha lokal.

Lurah Sapaku, Deop Darius, menjelaskan bahwa event ini lahir dari semangat warga untuk memperkenalkan potensi daerahnya ke khalayak lebih luas. Berbagai atraksi ditampilkan, mulai dari tari tradisional, silek, randai, hadrah, hingga seni bela diri. Di sisi ekonomi, puluhan pelaku UMKM, kelompok UPPKA, dan sentra kerajinan bambu turut berpromosi.

"Harapan kami, Sawah Padang Aua Kuniang berkembang menjadi destinasi wisata baru dan kegiatan ini memicu lahirnya kolaborasi lintas sektor," kata Deop.

Ketua KAN Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo, turut mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap SAKU TABA terus berlanjut memberikan manfaat ganda: melestarikan adat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta menyatakan akan terus mendorong lahirnya kegiatan berbasis budaya yang berdampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
"Budaya yang dikelola dengan baik dan dikembangkan secara kreatif bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi," pungkas Elzadaswarman. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update