SOLOK, pasbana – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro di Sumatera Barat. Dalam lima tahun terakhir, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp12,6 triliun kepada sekitar 384 ribu nasabah di provinsi tersebut.
Capaian itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saat kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 yang digelar di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sabtu (13/6/2026).
Sekretaris Daerah Sumbar, Arry Yuswandi, mengatakan penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, pemberdayaan perempuan melalui akses permodalan dan pendampingan usaha dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menurut Arry, kontribusi PNM tidak hanya sebatas penyaluran modal, tetapi juga melalui pembinaan yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi keluarga.
“Ketika perempuan pelaku usaha semakin kuat, maka ekonomi keluarga dan masyarakat juga akan semakin kokoh,” ujarnya.
Kegiatan PKU Akbar 2026 mengusung tema UMKM Tangguh, Cerdas Finansial, Lengkap Legalitas dan diikuti sekitar 500 pelaku UMKM binaan PNM. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam aspek manajemen, legalitas, pemasaran, hingga pengembangan jaringan bisnis.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PNM, Husein, mengungkapkan bahwa secara nasional PNM saat ini melayani 12,6 juta nasabah aktif. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp387 triliun kepada lebih dari 22 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro.
Khusus di Sumatera Barat, PNM didukung oleh 102 unit layanan Mekaar dan 14 kantor ULaMM. Pada 2026, perusahaan menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2 triliun serta pelaksanaan 986 program pelatihan dan pendampingan lanjutan bagi sekitar 39 ribu nasabah.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi UMKM agar tidak hanya bertahan menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga mampu naik kelas dan meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
(*)




