Notification

×

Iklan

Iklan

Tiga Siklus Market Saham: Kenapa Fase Sideways Justru Waktu Terbaik Membangun Sistem?

23 Juni 2026 | 16:08 WIB Last Updated 2026-06-23T09:08:08Z


Pasbana - Banyak investor pemula menganggap pasar saham seperti cuaca. Saat cerah dan harga naik, mereka bersemangat membeli. Ketika hujan dan harga turun, kepanikan mulai muncul. Padahal, seperti musim dalam setahun, pasar modal juga memiliki siklus yang terus berulang.

Secara umum, terdapat tiga fase utama dalam market saham, yaitu bearish, bullish, dan sideways. Memahami ketiganya menjadi salah satu fondasi penting bagi investor yang ingin bertahan dalam jangka panjang.

Sebelumnya, banyak investor berfokus pada tiga kemampuan inti dalam investasi, yakni:
  • What to Buy (apa yang dibeli)
  • When to Buy (kapan membeli)
  • When to Sell (kapan menjual)

Namun, urutan yang efektif justru bersifat kontrarian atau berlawanan dengan psikologi mayoritas pasar.

1. Fase Bearish: Saat Terbaik Mempelajari Kapan Membeli

Ketika pasar turun dan sentimen negatif mendominasi, banyak orang memilih menjauh. Padahal, investor berpengalaman justru mulai mencari peluang dan menentukan waktu akumulasi terbaik.

2. Fase Bullish: Saat Menentukan Kapan Menjual

Saat euforia melanda dan harga saham terus naik, disiplin mengambil keuntungan menjadi keterampilan yang paling penting. Tidak sedikit investor yang gagal mengamankan profit karena terlalu lama terbawa optimisme pasar.

3. Fase Sideways: Momentum Terbaik Memperdalam “What to Buy

Pasar yang bergerak naik-turun dalam rentang sempit sering dianggap membosankan. Namun justru pada periode inilah investor memiliki kesempatan terbaik untuk meningkatkan kualitas sistem investasi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan:
  • Memperdalam analisis fundamental perusahaan.
  • Membangun watchlist saham berkualitas.
  • Menguji strategi investasi dan trading.
  • Mengevaluasi manajemen risiko.

Pada akhirnya, tujuan utama seorang investor bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat, melainkan membangun sistem yang mampu bertahan di berbagai kondisi pasar.

Sebab, sejarah pasar modal menunjukkan satu hal yang menarik: mereka yang mampu tetap konsisten saat situasi terasa membosankan sering kali menjadi pemenang sesungguhnya.

Talent bisa membuat seseorang unggul sementara. Tetapi konsistensi adalah fondasi yang membangun kerajaan investasi.

Karena dalam jangka panjang, konsistensi hampir selalu mengalahkan bakat.

Mulailah meningkatkan literasi keuangan dan membangun sistem investasi yang sesuai dengan karakter Anda. Sebab, pasar akan selalu berubah, tetapi investor yang memiliki sistem akan selalu memiliki peluang untuk bertahan. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update