Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Berulang di Sungai Batang Agam, 450 Warga Mengungsi

19 Juli 2026 | 09:55 WIB Last Updated 2026-07-19T02:55:16Z
 


Agam, pasbana - Banjir kembali merendam permukiman di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (18/7/2026) malam. Sedikitnya 70 rumah warga di Jorong Kubu dan Jorong Labuah terendam air setinggi 70 sentimeter, memaksa sekitar 450 orang mengungsi ke rumah kerabat.

Peristiwa ini menjadi banjir kedua yang melanda dua jorong yang sama dalam waktu kurang dari dua pekan, menyusul kejadian serupa awal Juli lalu. Kondisi berulang ini memunculkan kekhawatiran akan pendangkalan aliran Sungai Batang Tumayo yang hingga kini belum tertangani secara tuntas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur, menjelaskan banjir dipicu hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari, hingga air meluap ke permukiman sekitar pukul 19.45 WIB. "Kami menerima laporan banjir dari perangkat nagari pada pukul 20.15 WIB. Setelah itu, tim melakukan asesmen, pendataan, dan turun ke lokasi kejadian," katanya.

Berdasarkan pendataan sementara, Jorong Kubu mengalami dampak terparah dengan 50 unit rumah terendam dan sekitar 200 warga mengungsi, sementara di Jorong Labuah 20 rumah terendam dan 250 warga turut mengungsi. Menurut Abdul Gafur, ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter, dan sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing setelah air mulai surut.

Kawasan Jorong Kubu dan Jorong Labuah sebelumnya juga sempat terendam banjir bandang pada awal Juli 2026. Berulangnya kejadian dalam rentang waktu singkat ini memperkuat dugaan bahwa pendangkalan sungai menjadi faktor utama yang terus memicu luapan air ke permukiman, selain curah hujan tinggi.

Penanganan banjir kali ini melibatkan BPBD Kabupaten Agam, Basarnas, Polri, pemerintah kecamatan dan nagari, PMI, Tagana, serta Kelompok Siaga Bencana bersama masyarakat setempat. "Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap dampak banjir di wilayah terdampak," tutur Abdul Gafur.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update