![]() | ||
| Dr. Yandri, M.Sn. | Penulis Buku |
Ditulis Oleh: Dr. Sulaiman Juned, M.Sn. *)
Padang Panjang, pasbana - Sebuah tawaran yang sangat menarik dari buku yang ditulis Dr. Yandri, M.Sn., dalam bukunya yang bertajuk “Ortologi Ecoprint Minangkabau (Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya)”, buku cetakan pertama Mei 2026 ini diterbitkan Teraseni Padang Panjang, Sumatera Barat.
Ecoprint merupakan teknik mencetak atau mentransfer pigmen warna dan bentuk alami dari tumbuhan seperti daun, bunga atau batang ke media lain menjadi motif organic danotentik serta ramah lingkungan. Ecoprint, seni mencetak alam ke kain.
Yandri yang kelahiran Candung Agam, 04 Januari 1971 menyelesaikan Sarjana (S1) di ISI Yogyakarta, dan Magister (S2) di ISI Yograkarta serta Program Doktoral (S3) di Universitas Negeri Padang merupakan Dosen tetap di Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padangpanjang ini menegaskan dalam bukunya ini Ecoprint Minangkabau merupakan jembatan antara alam, budaya dan mode.
Membaca bukunya “membaca’ daun dan warna dari tanah Minangkabau yang dapat menciptakan identitas visual mode yang unik, berkelanjutan, dan memiliki kekuatan makna budaya, serta ramah lingkungan.
Buku ini berangkat dari warna-warna alam dan tumbuhan lokal sehingga motif-motif dari budaya Minangkabau bersatu dalam sebuah karya tekstil yang indah yang benilai jual tinggi. Konsep ortologi (tentang warna dan bentuk asli alam) dari tiga wilayah dataran tinggi Sumatera Barat, yani Kota Padang Panjang, Tanah Datar dan Lima Puluh Kota untuk menginventarisasi tumbuhan yang berpotensi sebagai pewarna alami.
Ortologi ini dipakai agar menegaskan warna dan motif ecoprint berasal langsung dari alam Minangkabau. Dalam buku ini, Yandri mengeksplorasi 17 jenis tumbuhan lalu menguji warnanya. Kemudian menndokumentasikan 68 Variasi warna yang dihasilkan. Selanjutnya menyelami makna 10 motif Minangkabau yang terpilih serta mengadaptasinya dalam teknik ecoprint.
Buku ini sangat tepat untuk menjadi bacaan secara keilmuan bagi akademisi, pengrajin tekstil, pelaku industri kreatif, desainer dan mahasiswa. Buku yang tebalnya 112 halaman ini berisi delapan Bab.
Bab pertama membahas Pertemuan Ecoprint dengan Budaya Minangkabau. Bab kedua menuliskan Pemikiran Tentang Ecoprint dan Budaya Minangkabau. Bab ketiga menguliti Langkah-Langkah Pengembangan Ecoprint.
Bab keempat menuturkan Tumbuhan Sumatera Barat Penghasil Warna. Bab kelima menjelaskan Menghadirkan Motif Minangkabau dalam Ecoprint. Bab keenam memaparkan Pelatihan Ecoprint bagi Industri Kreatif Lokal.
Bab ketujuh memaparkan perihal Warna Baru Ecoprint dan Pelestarian Budaya. Sedangkan Bab kedelapan Tantangan dan Arah Baru Ecoprint Minangkabau. Selamat Dr. Yandri, M.Sn., selayaknya buku ini dapat menjadi sumbangsih pemikiran kreatif bagi pencerdasan anak banhgsa. Bravo! (*)
*) Penulis adalah Sastrawan, Esais, Kolomnis, Sutradara Teater, Dosen Jurusan Teater ISI Padangpanjang, Pendiri Komunitas Seni Kuflet Kota Padangpanjang (1997), Pendiri UKM-Pers Pituluik ISI Padangpanjang (1997), Pendiri Sanggar Cempala Karya Banda Aceh (1986), Pendiri UKM-Teater Nol Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (1990), Ketua Panitia Pendirian Kampus Seni ISBI Aceh (2012/2015), Ketua Umum Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumatera Barat.





