Pasaman Barat, pasbana– Kesuksesan Gowes Sarumpun Sakato 2026 yang diikuti lebih dari 1.000 pesepeda dari Sumatera Barat, Riau, dan Jambi mendorong Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menjadikannya sebagai agenda tahunan daerah. Selain menggerakkan olahraga masyarakat, kegiatan ini dinilai berpotensi mendukung promosi wisata dan ekonomi lokal.
Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa Gowes Sarumpun Sakato telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memperkuat silaturahmi antarkomunitas sepeda sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari berbagai provinsi.
"Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menjadi modal kuat agar Gowes Sarumpun Sakato dapat digelar secara rutin setiap tahun di Pasaman Barat," ujar Yulianto saat menutup kegiatan di Nagari Lingkuang Aua Bandarajo, Kecamatan Pasaman, Minggu (26/7).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pasaman Barat, Bakarudin, menyebut peserta datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat, serta Provinsi Riau dan Jambi. Peserta terjauh tercatat berasal dari Duri, Riau, serta Sarolangun dan Bangko, Jambi.
Ia menilai tingginya animo tersebut menunjukkan bahwa semangat kebersamaan menjadi daya tarik utama kegiatan. Mayoritas peserta mengikuti gowes untuk mempererat persaudaraan antarkomunitas, bukan semata-mata mengejar hadiah.
Panitia menyediakan dua pilihan lintasan, yakni Trek Fun atau Jalur Mama bagi peserta umum dan Trek Adventure untuk pesepeda yang menyukai tantangan. Beragam jenis sepeda ikut meramaikan kegiatan, termasuk komunitas sepeda ontel. Sejumlah peserta dari luar daerah bahkan menempuh perjalanan sejak malam hari agar dapat bergabung dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian Gowes Sarumpun Sakato ditutup dengan pengundian doorprize. Bupati Yulianto menyerahkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor listrik kepada peserta yang beruntung.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berharap penyelenggaraan rutin Gowes Sarumpun Sakato ke depan mampu menjadi salah satu agenda unggulan yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.(*)




