Notification

×

Iklan

Iklan

Hoyak Tabuik 2026 Jadi Mesin Ekonomi Pariaman, UMKM hingga Hotel Panen Rezeki

10 Juli 2026 | 18:17 WIB Last Updated 2026-07-10T11:17:51Z



PARIAMAN, pasbana — Di balik kemeriahan arak-arakan Tabuik, ada denyut ekonomi yang bergerak cepat. Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 kembali membuktikan bahwa sebuah festival budaya mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, bukan sekadar panggung pelestarian tradisi.

Masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, perhelatan budaya ini menarik ratusan ribu wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Lonjakan kunjungan tersebut menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal.

Hotel dan penginapan mencatat peningkatan tingkat hunian selama rangkaian kegiatan berlangsung hingga puncak Hoyak Tabuik pada 28 Juni 2026. Rumah makan dan pusat kuliner dipadati pengunjung, sementara pedagang kaki lima, pelaku UMKM, serta penyedia jasa transportasi menikmati kenaikan omzet dibandingkan hari-hari biasa.

Dampak ekonomi tidak berhenti di sektor pariwisata. Permintaan terhadap berbagai layanan pendukung kegiatan juga melonjak, mulai dari penyewaan panggung, tenda, sistem tata suara, dekorasi, jasa dokumentasi, percetakan, hingga tenaga kerja harian. Aktivitas tersebut memperluas perputaran uang di berbagai lapisan ekonomi masyarakat.

Dalam perspektif ekonomi daerah, penyelenggaraan event seperti Hoyak Tabuik memiliki nilai strategis karena mampu menciptakan belanja wisata yang mengalir ke banyak sektor sekaligus. Setiap pengeluaran wisatawan—baik untuk akomodasi, konsumsi, transportasi, maupun belanja produk lokal—berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menegaskan bahwa sejak awal Hoyak Tabuik dirancang bukan hanya sebagai agenda pelestarian budaya, tetapi juga sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah.

"Ini merupakan kebanggaan masyarakat Kota Pariaman. Event ini harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Wisatawan yang datang akan menginap di hotel, menikmati kuliner khas, berbelanja, membeli produk UMKM, hingga menggunakan berbagai jasa yang tersedia. Seluruh aktivitas tersebut akan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Keberhasilan Hoyak Tabuik 2026 memperlihatkan bahwa investasi pada sektor budaya dapat menghasilkan nilai ekonomi yang nyata. Ketika tradisi dipadukan dengan strategi pengembangan pariwisata yang tepat, sebuah festival tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update