PADANG, pasbana– Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Sumatera Barat mulai berangsur terurai setelah distribusi bahan bakar minyak (BBM) ditingkatkan. Pertamina memastikan stok BBM di Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung dalam kondisi aman. Kendala utama justru terjadi pada proses distribusi akibat kemacetan di sejumlah jalur utama.
Berdasarkan data terbaru per 9 Juli 2026, stok BBM di IT Teluk Kabung masih mencukupi, terdiri atas Pertalite 34.572 kiloliter (KL), Solar 12.284 KL, Pertamax 2.123 KL, dan Pertamax Turbo 1.572 KL. Sejak 5 Juli, penyaluran harian juga ditingkatkan dari sekitar 4.200 KL menjadi 4.600 KL atau naik sekitar 15 persen untuk mempercepat pemulihan pasokan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjelaskan antrean panjang dipicu terhambatnya mobil tangki BBM di tiga titik kemacetan utama, yakni Jembatan Air Dingin Bungus (Jurai), Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai. Hambatan tersebut menyebabkan pasokan BBM terlambat tiba di SPBU sehingga terjadi jeda pengisian selama 2 hingga 5 jam.
Situasi diperparah oleh meningkatnya arus kendaraan selama masa libur sekolah yang membuat konsumsi BBM melonjak, terutama di jalur wisata dan kota-kota tujuan.
Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina bersama Pemprov Sumbar, BPJN, kepolisian, dan dinas terkait menerapkan sejumlah langkah, mulai dari pengoperasian Terminal BBM Teluk Kabung selama 24 jam, prioritas perjalanan mobil tangki melalui jalur tertentu, rekayasa lalu lintas di kawasan Bungus, hingga penambahan jam pelayanan SPBU.
Meski distribusi mulai membaik, Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Dengan stok yang tersedia dan penyaluran yang terus ditingkatkan, pasokan BBM di Sumatera Barat dipastikan akan kembali normal secara bertahap apabila kondisi lalu lintas distribusi tetap lancar. (*)




