
Pasbana – Timnas Argentina kembali membuktikan dominasinya atas Inggris di panggung Piala Dunia. Kemenangan 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 bukan hanya mengantar La Albiceleste melaju ke partai final, tetapi juga memperpanjang catatan sempurna mereka saat menghadapi The Three Lions dengan seragam tandang berwarna biru tua.
Pilihan mengenakan jersey biru tua sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mengabulkan permintaan khusus Argentina.
Seragam tersebut diyakini membawa keberuntungan karena identik dengan sejumlah kemenangan bersejarah atas Inggris di turnamen sepak bola paling bergengsi itu.
Jersey Biru Kembali Jadi Simbol Kemenangan
Argentina sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol Anthony Gordon. Namun juara bertahan itu mampu bangkit pada babak kedua lewat gol Enzo Fernández sebelum Lautaro Martínez memastikan kemenangan dramatis pada penghujung pertandingan. Hasil tersebut memastikan Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol.
Keputusan menggunakan jersey biru tua bukan sekadar persoalan estetika. Sejumlah laporan menyebut Argentina secara khusus meminta izin kepada FIFA agar dapat mengenakan seragam tandang tersebut. Permintaan itu akhirnya disetujui meski secara administratif La Albiceleste berstatus sebagai tim tamu.
Seragam biru tua memiliki nilai historis bagi Argentina. Warna tersebut pernah dikenakan saat menyingkirkan Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986, pertandingan yang dikenang lewat gol legendaris Diego Maradona. Jersey serupa juga dipakai ketika Argentina kembali mengalahkan Inggris melalui adu penalti pada Piala Dunia 1998.
Keberhasilan di semifinal Piala Dunia 2026 membuat rekor itu tetap terjaga. Setiap kali menghadapi Inggris di Piala Dunia dengan balutan jersey biru tua, Argentina selalu berhasil keluar sebagai pemenang.
Kini, kepercayaan terhadap "tuah" jersey tersebut kembali menguat. Selain membawa Argentina mempertahankan dominasi atas rival lamanya, kemenangan ini juga membuka peluang Lionel Messi dan rekan-rekannya mempertahankan gelar juara dunia ketika menghadapi Spanyol pada laga final mendatang. (*)



