Pasbana - Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, untuk mengundurkan diri dari jabatannya menjadi perhatian publik. Pengunduran diri tersebut dilakukan setelah ia berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto guna menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Meski masa kepemimpinannya terbilang singkat, pemerintah menilai Nanik telah meninggalkan fondasi penting bagi pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Reformasi yang telah dimulai disebut akan tetap dilanjutkan agar program prioritas nasional itu berjalan lebih efektif dan akuntabel.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengonfirmasi bahwa Nanik mengundurkan diri murni karena alasan kesehatan.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pribadinya, Nanik mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden karena tidak dapat lagi menjalankan tugas sebagai Kepala BGN.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya," tulis Nanik. Ia juga menyebut Presiden menyetujui pengunduran dirinya, namun memintanya tetap ikut mengawasi perkembangan BGN.
Selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik disebut melakukan sejumlah langkah pembenahan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Beberapa kebijakan yang telah dijalankan meliputi evaluasi terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), klasifikasi sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, penghentian ekspansi dapur di wilayah yang telah jenuh, hingga identifikasi ratusan SPPG bermasalah yang berkontribusi pada penyelamatan anggaran negara.
Selain itu, BGN juga membentuk 11 tim reformasi, memperketat penyaluran manfaat agar lebih tepat sasaran, serta melibatkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga dalam memperkuat tata kelola program.
Walaupun tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Ia menyatakan program tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia dan mendukung terwujudnya generasi emas di masa depan. (*)




