PADANG, pasbana – Pemerintah Kota Padang mulai mematangkan strategi pendanaan jangka panjang untuk menjaga kelestarian Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Andalas (Unand) guna mencari model pembiayaan inovatif yang tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
Langkah ini dipandang penting karena kawasan konservasi seluas ribuan hektare tersebut memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem, penyedia sumber air, sekaligus benteng alami dalam mengurangi risiko bencana di Kota Padang. Pemerintah berharap pengelolaan Tahura dapat berlangsung secara berkelanjutan melalui dukungan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi Riset dan Pendanaan
Pembahasan antara Pemerintah Kota Padang dan Universitas Andalas berfokus pada penyusunan skema pembiayaan alternatif yang mampu mendukung konservasi kawasan Tahura Bung Hatta dalam jangka panjang. Sejumlah opsi yang dibahas meliputi pelibatan sektor swasta, lembaga filantropi, dunia usaha, hingga pemanfaatan mekanisme pendanaan berbasis lingkungan.
Selain aspek pembiayaan, kedua pihak juga menyoroti pentingnya penguatan riset ilmiah sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi. Hasil penelitian diharapkan mampu menjadi pijakan dalam menentukan prioritas program pelestarian, rehabilitasi hutan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.
Wali Kota Padang menegaskan bahwa upaya menjaga kawasan hutan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan fungsi ekologis Tahura Bung Hatta.
"Pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pendanaan yang inovatif menjadi salah satu solusi agar konservasi dapat berjalan secara berkesinambungan," ujar Wali Kota Padang dalam pembahasan tersebut.
Menjaga Fungsi Ekologis Kota Padang
Tahura Bung Hatta memiliki peran strategis sebagai kawasan konservasi yang menopang keseimbangan lingkungan Kota Padang. Selain menjadi habitat beragam flora dan fauna, kawasan ini juga berfungsi menjaga daerah tangkapan air serta membantu mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi, diharapkan lahir model pendanaan yang lebih adaptif sehingga pengelolaan Tahura tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga didukung berbagai sumber pembiayaan yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan hutan sekaligus mendukung pembangunan berwawasan lingkungan di Kota Padang. (*)




