Notification

×

Iklan

Iklan

Sumbar Percepat Hilirisasi Riset Unand, Teknologi Maggot dan BioVORA Segera Diimplementasikan

31 Juli 2026 | 11:48 WIB Last Updated 2026-07-31T04:48:07Z


PADANG, pasbana– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi sebagai solusi nyata bagi pembangunan daerah. Langkah itu ditandai dengan penguatan kerja sama antara Pemprov Sumbar dan FMIPA Universitas Andalas untuk mengimplementasikan sejumlah inovasi yang dinilai telah siap diterapkan, mulai dari teknologi budidaya maggot (Black Soldier Fly/BSF) hingga bioaktivator BioVORA.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama jajaran FMIPA Universitas Andalas di Istana Gubernuran, Padang, Kamis (30/7/2026). Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti di laboratorium, melainkan menjadi solusi atas persoalan pengelolaan sampah, pertanian, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Mahyeldi menegaskan, inovasi dari perguruan tinggi harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi agar hasil riset dapat diterapkan dalam berbagai program pembangunan.
Salah satu teknologi yang menjadi prioritas ialah budidaya maggot BSF untuk mengolah sampah organik. 

Teknologi ini dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan pakan alternatif bernilai ekonomi bagi sektor peternakan dan perikanan, sehingga mendukung pengembangan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

Selain itu, FMIPA Universitas Andalas memperkenalkan BioVORA, bioaktivator berbasis konsorsium mikroba lokal yang mampu mempercepat proses pengomposan limbah organik serta meningkatkan kualitas pupuk. Inovasi tersebut dipandang sejalan dengan upaya Pemprov Sumbar memperkuat sistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Tak hanya fokus pada lingkungan dan pertanian, FMIPA juga menawarkan pengembangan teknologi kultur jaringan tanaman untuk menghasilkan bibit unggul serta menjaga plasma nutfah. Potensi ekonomi dari pengembangan lebah galo-galo beserta produk turunannya turut menjadi bagian dari inovasi yang disiapkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.

Di bidang pengembangan SDM, Universitas Andalas menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kompetensi aparatur sipil negara agar lebih adaptif menghadapi tantangan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dekan FMIPA Universitas Andalas, Prof. Dr. Mai Efdi, menegaskan pihaknya ingin hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya ilmiah. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah menjadi kunci agar inovasi kampus dapat dihilirisasikan menjadi teknologi yang memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumbar akan menyusun program kolaboratif bersama FMIPA Universitas Andalas. Fokusnya mencakup percepatan implementasi hasil riset, pengembangan inovasi daerah, pengelolaan sampah berbasis teknologi, penguatan pertanian berkelanjutan, hingga peningkatan kapasitas ASN.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mempercepat lahirnya kebijakan berbasis riset. Dengan demikian, berbagai inovasi yang dikembangkan di kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Sumatera Barat menuju Indonesia Emas 2045.
(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update