Payakumbuh, pasbana - Pelantikan kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Di balik estafet organisasi itu, tersimpan tantangan besar: membuktikan bahwa pembinaan olahraga yang konsisten mampu melahirkan prestasi, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya mendukung kepengurusan KONI masa bakti 2026–2030 yang kini dipimpin Chairul Mufti. Saat pelantikan di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (6/8), Wali Kota Zulmaeta mengapresiasi dedikasi pengurus periode sebelumnya sekaligus berharap kepengurusan baru menghadirkan energi segar dalam pembinaan atlet.
Menurut Zulmaeta, prestasi olahraga merupakan hasil investasi jangka panjang. Atlet tidak lahir secara instan, melainkan melalui pembinaan berkelanjutan, kompetisi rutin, serta penguatan kemampuan teknik, fisik, taktik, dan mental.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar ekosistem olahraga berkembang secara berkelanjutan.
Dari perspektif ekonomi pembangunan, investasi di sektor olahraga tidak hanya mengejar raihan medali. Pembinaan atlet juga berkontribusi menciptakan sumber daya manusia yang disiplin, sehat, dan produktif, sekaligus membuka peluang tumbuhnya industri olahraga di daerah.
Optimisme serupa disampaikan Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus. Ia mengapresiasi proses Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) yang berlangsung demokratis tanpa gesekan, sebagai cerminan regenerasi organisasi yang sehat. Di saat bersamaan, ia mengingatkan bahwa fokus utama kini adalah menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026 yang akan berlangsung pada 2–14 Oktober setelah vakum selama tujuh tahun.
Bagi Chairul Mufti, waktu persiapan yang singkat menjadi ujian pertama kepengurusannya. Ia menargetkan Payakumbuh mampu meraih posisi terbaik di Porprov melalui kolaborasi seluruh cabang olahraga dan perangkat daerah.
Dari sekitar 480 atlet yang mengikuti seleksi, sebanyak 286 atlet terbaik dipastikan memperkuat kontingen Payakumbuh. Meski keterbatasan anggaran membuat tidak semua atlet dapat diberangkatkan, ia tetap optimistis tim yang terpilih mampu mengharumkan nama daerah.
Kini, keberhasilan kepengurusan baru tidak hanya akan diukur dari target peringkat di Porprov, tetapi juga dari kemampuannya membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Sebab, prestasi olahraga sejatinya merupakan cerminan kualitas tata kelola, kolaborasi, dan komitmen jangka panjang sebuah daerah dalam menyiapkan generasi unggul.(*)




