PADANG PANJANG, pasbana — Rasa syukur dan haru menyelimuti keluarga besar SMP QU Cahaya Al-Qur’an Padang Panjang. Salah seorang siswa kelas IX, Muhammad Farhan Al-Farisi, berhasil menuntaskan setoran akhir hafalan 30 juz Al-Qur’an, Jumat (7/8/2026).
Farhan merupakan peserta Program Takhassus 30 Juz Angkatan 1 Putra. Keberhasilannya mencatatkan sejarah tersendiri karena ia menjadi siswa pertama dari angkatan tersebut yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz secara lengkap.
Prosesi setoran akhir berlangsung khidmat dan penuh haru. Hadir dalam momen tersebut Pembina Yayasan Cahaya Al-Qur’an, Ketua Yayasan, Kepala dan Wakil LPQ Al Haramain, Wakil Kepala Bidang Pengasuhan, Wali Kelas IX B, tim LPQ, serta orang tua dan keluarga Farhan.
Pada kesempatan itu, Farhan menyetorkan Surat Al-Hadid yang terdapat dalam Juz 27 di hadapan para pembina, guru, dan keluarga. Setoran tersebut menjadi penutup dari perjalanan panjangnya dalam menyelesaikan hafalan 30 juz.
Empat Bulan Menuntaskan 20 Juz
Perjalanan Farhan dalam Program Takhassus 30 Juz dimulai pada 1 April 2026. Saat mengikuti program tersebut, ia telah memiliki hafalan sebanyak 10 juz.Dalam waktu kurang lebih empat bulan, Farhan mampu menambah hafalannya sebanyak 20 juz hingga mencapai 30 juz secara lengkap. Pencapaian tersebut tentu bukan sesuatu yang diraih dengan mudah.
Kesungguhan, kedisiplinan, keistiqamahan, serta dukungan dari para guru, pembina, teman-teman, dan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Farhan dikenal sebagai siswa yang tekun, rendah hati, dan memiliki semangat kuat dalam menghafal sekaligus menjaga hafalan Al-Qur’an. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa target besar dapat dicapai melalui proses yang konsisten, kesabaran, dan lingkungan yang mendukung.
Perjalanan itu pun tidak selalu berjalan mulus. Ada saat-saat ketika rasa lelah datang, keraguan muncul, dan kegagalan membuat langkah terasa berat. Namun, berbagai tantangan tersebut justru menjadi bagian dari proses yang membentuk keteguhan dirinya.
Di tengah berbagai ujian, dukungan keluarga, doa yang tidak pernah putus, serta bimbingan para guru menjadi kekuatan bagi Farhan untuk terus melangkah. Keyakinan bahwa setiap perjuangan memiliki nilai di hadapan Allah membuatnya mampu melewati berbagai kesulitan.
Bagi Farhan, menyelesaikan hafalan 30 juz bukan sekadar pencapaian pribadi. Perjalanan tersebut menjadi proses belajar tentang kesabaran, keberanian, kedisiplinan, dan keyakinan untuk terus berusaha.
“Saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan hafalan ini. Awalnya saya merasa berat, tetapi dengan doa orang tua, bimbingan guru, dan semangat teman-teman, akhirnya Allah mudahkan jalan saya. Semoga saya bisa terus menjaga hafalan ini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Farhan.
Bukan Akhir, tetapi Awal Menjaga Hafalan
Pembina Yayasan Cahaya Al-Qur’an, Dr. H. Gusmaizal Syandri, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Farhan. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan hafalan 30 juz bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.Hafalan yang telah diselesaikan harus terus dijaga melalui muraja’ah dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, keberhasilan seorang hafizh tidak hanya diukur dari seberapa banyak ayat yang mampu dihafal, tetapi juga dari kemampuannya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Senada dengan itu, Kepala LPQ Al Haramain, Ust. Muhammad Hasan, S.Ag., memberikan nasihat kepada para peserta Takhassus agar senantiasa menanamkan kesabaran dalam proses menghafal dan melakukan muraja’ah.
Menurutnya, menyelesaikan hafalan merupakan sebuah pencapaian penting, tetapi mempertahankan hafalan justru menjadi tantangan yang tidak kalah besar. Karena itu, kedisiplinan dalam muraja’ah harus terus dilakukan setelah target 30 juz tercapai.
Doa Orang Tua untuk Istiqamah
Kebahagiaan dan rasa haru juga dirasakan orang tua Farhan, Dedi Indra, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh guru dan pembina yang telah mendampingi putranya selama menjalani pendidikan.Ia mengungkapkan, salah satu alasan menyekolahkan Farhan di SMP QU Cahaya Al-Qur’an adalah agar sang anak tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki kehidupan yang Qur’ani.
“Sebagai orang tua, kami hanya bisa berdoa agar Farhan istiqamah menjaga hafalannya. Terima kasih kepada semua guru dan pembina yang telah membimbing dengan penuh kesabaran. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi anak-anak lain untuk terus berjuang bersama Al-Qur’an,” tuturnya dengan penuh haru.
Program Takhassus 30 Juz Angkatan 1 Putra sendiri masih akan berlangsung hingga November 2026. Pencapaian Farhan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi peserta lainnya untuk terus berjuang menyelesaikan hafalan masing-masing.
Lebih dari sekadar pencapaian angka 30 juz, perjalanan Farhan menjadi pengingat bahwa menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan konsistensi. Sebab, setelah hafalan selesai, perjalanan sesungguhnya justru dimulai: menjaganya agar tetap hidup dalam ingatan, hati, dan perilaku.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hafalan Farhan, memberikan keistiqamahan dalam mengamalkannya, serta memudahkan langkah seluruh peserta Program Takhassus 30 Juz. Dari proses tersebut, diharapkan lahir semakin banyak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(*)




