AGAM, pasbana— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengambil langkah cepat setelah 237 siswa dan guru di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut diperintahkan menghentikan operasional sementara.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta dapur terkait diamankan dan diperiksa sebelum kembali menjalankan aktivitas. Langkah itu ditempuh untuk mencegah munculnya korban baru sekaligus memberi ruang bagi petugas melakukan penyelidikan terhadap dugaan gangguan kesehatan tersebut.
Kasus ini mulai mencuat setelah sejumlah siswa mengeluhkan mual, sakit perut, dan pusing pada Selasa (1/9/2026). Keluhan kemudian meningkat hingga tercatat 237 orang yang mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas medis wilayah Palupuh.
Dinas Kesehatan Kabupaten Agam menyebut sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan. Dua orang sempat menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit di Bukittinggi, dengan kondisi dilaporkan membaik.
Para penerima MBG tersebut berasal dari jenjang TK, SD hingga SMP. Mereka diketahui mendapatkan makanan dari dapur SPPG yang sama, sehingga sumber makanan menjadi salah satu titik penting dalam proses investigasi.
Namun, pemerintah belum menyimpulkan bahwa makanan MBG merupakan penyebab pasti. Sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Dinas Kesehatan.
“Dapurnya ditutup. Harus ditutup, diamankan dulu, kemudian diperiksa, baru nanti dilanjutkan,” kata Mahyeldi kepada media .
Mahyeldi juga meminta pengelola dapur MBG memperkuat koordinasi dengan pihak kesehatan. Menurut dia, kejadian tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pengelola dapur MBG di Sumatera Barat.
Di sisi lain, Kepala SPPG Palupuh Wahyu Saputra mengaku terkejut setelah mengetahui adanya keluhan dari siswa. Ia menyatakan tidak menerima laporan dugaan keracunan ketika makanan dibagikan sehari sebelumnya.
“Kami juga kaget dengan kejadian hari ini. Saat pembagian MBG, tidak ada laporan keracunan,” ujar Wahyu.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus menentukan langkah lanjutan terhadap operasional dapur SPPG.(Rel/*)




