DHARMASRAYA, pasbana — Titik panas atau hotspot di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terpantau nihil pada Kamis (27/8/2026). Namun, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah, sementara kualitas udara di Pulau Punjung tercatat berada pada kategori tidak sehat.
Pantauan aplikasi SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tidak menemukan hotspot di Sumatera Barat, termasuk di wilayah Dharmasraya. Kondisi itu menjadi perkembangan positif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kalaksa BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi mengatakan, nihilnya titik panas menunjukkan kondisi karhutla di daerah tersebut masih terkendali.
“Alhamdulillah, berdasarkan pantauan aplikasi SiPongi KLHK, hotspot di Sumbar, khususnya Kabupaten Dharmasraya, nihil,” kata Suherman.
Meski demikian, masalah belum sepenuhnya berakhir. Kabut asap masih terlihat di sejumlah kawasan, termasuk Pulau Punjung dan sekitarnya.
Data IQAir pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB mencatat indeks kualitas udara (AQI) Pulau Punjung mencapai 165 atau masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi partikel PM2.5 juga tercatat mencapai 74,8 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut menunjukkan polusi udara masih menjadi ancaman, meski tidak ada titik panas yang terdeteksi di Dharmasraya. Asap yang menyelimuti wilayah itu diduga berasal dari sumber kebakaran atau polusi di luar daerah.
BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, TNI, dan Polri terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan. Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan untuk mencegah pembakaran terbuka yang berpotensi memicu karhutla.
“Masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ujar Suherman.(*)




