TANAH DATAR, pasbana— Efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak terhadap pelaksanaan 10 Program Unggulan dan 7 Program Strategis Kabupaten Tanah Datar. Pemerintah daerah pun mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu mencari terobosan agar target pembangunan tetap berjalan.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengatakan kondisi tersebut menuntut seluruh OPD lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi dan peluang yang tersedia.
“10 Program Unggulan dan 7 Program Strategis Tanah Datar saat ini pelaksanaannya terganggu akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, OPD pengampu harus mampu melahirkan inovasi,” ujar Fadly dalam Rakor Program Unggulan dan Program Strategis Daerah di Aula Eksekutif, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih jeli memanfaatkan program dan bantuan pemerintah pusat, termasuk dukungan dari Kementerian Pertanian yang dapat diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian daerah.
Fadly juga menilai kemudahan investasi menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan. Investasi, katanya, dapat membuka lapangan kerja, mendorong pemanfaatan bahan baku lokal, serta memberikan manfaat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Tanah Datar Adriyanti Rustam menyebut capaian program pada Triwulan II 2026 masih beragam. Sebagian OPD telah melampaui target, sementara sejumlah lainnya masih berada jauh di bawah target.
“Program dengan capaian rendah perlu mendapat perhatian khusus dan segera dilakukan percepatan,” katanya.
Adriyanti menyebut keterbatasan anggaran, regulasi, perencanaan, administrasi, serta koordinasi lintas OPD dan nagari masih menjadi tantangan dalam mempercepat realisasi program.(*)




