Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Pangan Bergerak, Sembako Tetap Jadi Penahan Gejolak Inflasi

Minggu, 20 September 2026 | 19:29 WIB
 


Pasbana - Perubahan harga pangan tak selalu datang dalam bentuk lonjakan besar. Pekan ketiga September 2026 justru memperlihatkan wajah pasar yang lebih beragam: harga sejumlah komoditas hortikultura bergerak naik-turun, sementara beras dan kebutuhan pokok lainnya relatif bertahan stabil.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) sepanjang Senin (14/9/2026) hingga Minggu (20/9/2026) menunjukkan kelompok cabai dan bawang menjadi komoditas yang mengalami penyesuaian harga. Pergerakan tersebut berkaitan dengan perubahan pasokan dari sejumlah wilayah sentra produksi.

Situasi ini menggambarkan karakter khas pasar pangan. Harga komoditas hortikultura cenderung lebih sensitif terhadap perubahan pasokan karena produksi dan distribusinya sangat bergantung pada kondisi di daerah sentra. Ketika pasokan berkurang, harga dapat bergerak relatif cepat. Sebaliknya, saat pasokan kembali normal, tekanan harga berpotensi mereda.

Berbeda dengan cabai dan bawang, komoditas beras serta sejumlah sembako tercatat relatif stabil selama periode tersebut. Stabilitas kelompok pangan utama menjadi faktor penting bagi daya beli masyarakat karena komoditas tersebut memiliki porsi besar dalam konsumsi rumah tangga sehari-hari.

Bagi konsumen, perbedaan pola tersebut berarti tidak semua kenaikan harga pangan mencerminkan tekanan inflasi yang sama. Fluktuasi pada komoditas hortikultura dapat terjadi lebih cepat dan bersifat temporer, sedangkan perubahan harga kebutuhan pokok yang lebih luas berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap pengeluaran rumah tangga.

Dengan demikian, perkembangan harga pangan pada pekan ketiga September bukan sekadar soal mahal atau murahnya cabai dan bawang. Pergerakan tersebut juga menjadi cermin bagaimana keseimbangan antara produksi, distribusi, dan permintaan bekerja di pasar pangan nasional.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update