Bukittinggi, pasbana — Prestasi membanggakan ditorehkan Hurriya Rahima Adabi, siswi kelas XII SMAN 1 Bukittinggi. Ia berhasil melaju ke tingkat nasional dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) pada cabang lomba baca puisi dan akan mewakili Sumatera Barat di tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SMAN 1 Bukittinggi, M. Hernandar, S.Pd., M.Si. Ia mengaku bangga dan senang melihat prestasi yang diraih salah seorang siswinya tersebut.
“Sebagai kepala sekolah, saya merasa bangga dan senang karena anak didik saya berhasil masuk ke tingkat nasional. Untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional yang semakin ketat, kami mempersiapkan Hurriya dengan mencari pelatih yang profesional,” ujar Hernandar, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, sekolah memiliki keterbatasan dalam memberikan pelatihan secara spesifik di bidang baca puisi karena setiap guru memiliki bidang keahlian masing-masing. Karena itu, sekolah menggandeng pelatih yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam seni baca puisi.
Hernandar menegaskan, SMAN 1 Bukittinggi berkomitmen memberikan dukungan kepada setiap siswa yang memiliki bakat dan potensi untuk berkembang.
“Bagi siswa yang memiliki bakat, sekolah akan memberikan dukungan sepenuhnya. Kami tidak hanya memberikan bekal pendidikan dan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan, adab, serta pembentukan sikap dan perilaku agar mereka menjadi generasi muda yang sukses di masa depan,” katanya.
Sementara itu, pendamping lomba baca puisi, Fivil Pri Khoira, S.Pd., mengatakan Hurriya telah menjalani persiapan secara fisik dan mental sebelum mengikuti kompetisi. Persiapan tersebut mencakup pemahaman terhadap puisi, teknik pernapasan, olah tubuh, vokal, hingga penghayatan atau olah rasa.
Dalam persiapan menuju tingkat nasional, Hurriya mendapatkan pelatihan dari Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., yang memberikan pendalaman teknik sekaligus penguatan terhadap aspek penampilan di atas panggung.
Fivil mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi selama masa persiapan adalah membagi waktu antara latihan lomba, kegiatan belajar, dan persiapan memasuki perguruan tinggi.
“Di satu sisi, Aya harus belajar untuk mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi. Di sisi lain, dia juga harus berjuang meraih prestasi di lomba baca puisi tingkat nasional. Karena itu, pihak sekolah memberikan dispensasi selama masa pelatihan,” jelasnya.
Selain memberikan izin meninggalkan pelajaran untuk mengikuti latihan, sekolah juga memberikan kesempatan kepada Hurriya untuk menyusul materi dan tugas yang tertinggal.
Bagi Hurriya, dunia puisi bukanlah sesuatu yang baru. Ketertarikannya terhadap puisi telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dukungan orang tua kemudian membuatnya semakin serius menekuni bidang tersebut ketika memasuki jenjang SMA.
“Saya sudah tertarik dengan puisi sejak sekolah dasar dan juga mendapat dukungan dari orang tua. Setelah masuk SMA, saya lebih fokus mengikuti lomba baca puisi. Alhamdulillah, sekarang sudah sampai ke tingkat nasional,” ujar Hurriya.
Pada FLS3N tingkat provinsi, Hurriya sebelumnya mendapat pelatihan bersama Fatur. Untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional, ia kemudian mendapatkan bimbingan dari Sulaiman Juned.
Pada FLS3N tingkat provinsi, Hurriya sebelumnya mendapat pelatihan bersama Fatur. Untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional, ia kemudian mendapatkan bimbingan dari Sulaiman Juned.
Hurriya mengaku memiliki pengalaman berbeda selama menjalani pelatihan bersama Sulaiman Juned. Menurutnya, metode latihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada cara membaca puisi, tetapi juga membangun pemahaman dan penghayatan terhadap karya yang dibawakan.
“Sejak dilatih Sulaiman Juned, saya sangat terkesan karena cara berlatihnya asyik dan menarik. Berbeda dengan pelatih sebelumnya. Beliau memberikan ilmu tentang analisis puisi, kemudian melatih gesture, vokal, pernapasan, dan olah rasa,” tuturnya.
Selain teknik, Hurriya juga mendapatkan pembelajaran mengenai kedisiplinan. Ia menilai kedisiplinan yang diterapkan selama latihan menjadi pengalaman penting yang dapat menjadi bekal untuk pengembangan dirinya ke depan.
Kini, Hurriya berharap perjuangannya di tingkat nasional dapat membuahkan hasil terbaik. Ia juga meminta dukungan dan doa agar dapat tampil maksimal dalam kompetisi tersebut.
“Mohon doanya agar saya dapat tampil lancar dan memperoleh hasil terbaik dalam perlombaan. Semoga prestasi di bidang puisi ini juga dapat menjadi bekal bagi saya untuk masuk perguruan tinggi melalui SNBP,” harapnya.
(Awa/Dini)








