Notification

×

Iklan

Iklan

Matahari Mulai Terbit, Syamsir Wandi Harapan Baru PWI Paliko

Senin, 21 September 2026 | 20:30 WIB


​Payakumbuh, pasbana- Angin perubahan mulai berembus di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Payakumbuh, Limapuluh Kota (Paliko). Menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) 2026 yang digadang-gadang panitia bakal dihelat Minggu (27/9), dinamika organisasi mendadak semarak lewat perbincangan hangat yang merambah dari markas PWI, Balai Wartawan Luak 50, hingga ke lapau-lapau kopi Payakumbuh.

​Sinyal bahwa matahari baru mulai terbit di bumi Luak Limopuluah kian benderang saat Syamsir Wandi melangkah pasti membuka gelanggang kontestasi.

​"Syamsir Wandi, sosok yang tak asing lagi di kancah pers Luak Limopuluah, menunjukkan taji politik organisasinya," ujar wartawan senior, Afrimars kepada media ini, di Payakumbuh, Senin (21/9).

​Afrimars menjelaskan, Wandi, sapaan akrab Syamsir Wandi, tampil sebagai sosok pertama yang mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon ketua pada Minggu (20/9). Langkah terukur mantan Ketua Bidang Organisasi PWI Paliko ini resmi membuka gelanggang, sebelum akhirnya disusul nama-nama kawakan lain seperti Syafri Ario dan sang petahana, Aspon Dedi.

​Dukungan deras dari rekan sejawat menjadi bahan bakar utama bagi Wandi untuk melangkah kuat di garis terdepan. Bagi insan pers Luak Limopuluah, ia menghadirkan fajar baru, sebuah figur pengayom berartikulasi kepemimpinan matang yang membawa secercah harapan baru. Menghadapi dinamika Konfercab, ia mengusung misi besar yang menyentuh akar rumput, kesejahteraan mutlak dan soliditas tanpa sekat.

​Ia memegang teguh prinsip kebersamaan khas Minangkabau, "Jangan sampai awak makan, kawan indak. Sakit satu, sakit semua." Filosofi ini menjadi fondasi utamanya untuk memastikan tidak ada satu pun anggota PWI Paliko yang merasa berjalan sendiri atau terabaikan.

​Keberanian Wandi juga bersandar pada asas keseimbangan lintas generasi. Meski dinamika liputan kini didominasi mobilitas jurnalis muda yang gesit, ia menegaskan tak akan pernah mengesampingkan kearifan para senior. Bagi Wandi, wartawan senior adalah kompas organisasi yang wajib dirangkul, dimintai arahan, serta didengar masukannya. Energi anak muda yang lincah akan dipadukan secara harmonis dengan matangnya pengalaman para jurnalis senior.

​Dalam berbagai kesempatan menjelang Konfercab, Syamsir Wandi diproyeksikan akan menggarisbawahi beberapa poin krusial yang menjadi tumpuan harapan baru bagi masa depan PWI Paliko. Pertama, mendorong peningkatan kapasitas jurnalis muda melalui pelatihan berkelanjutan sekaligus memastikan hadirnya advokasi hukum yang solid bagi wartawan saat bertugas di lapangan. Kedua, membuka ruang-ruang kolaborasi yang bermartabat agar organisasi mampu menopang kesejahteraan anggotanya secara nyata. Ketiga, menjadikan PWI Paliko sebagai wadah diskusi yang terbuka, hangat, dan inklusif bagi seluruh konstituen pers tanpa membeda-bedakan latar belakang media.

​"Gelanggang Konfercab PWI Paliko 2026 kini resmi membara. Langkah awal Syamsir Wandi bukan sekadar formalitas pendaftaran, melainkan pemantik harapan baru bagi masa depan seluruh anggota," tegas Afrimars.

​Di tempat yang sama, Syamsir Wandi menyampaikan bahwa pendaftaran ini bukan soal siapa yang paling cepat atau siapa yang paling hebat.

​"Ini adalah bentuk tanggung jawab moral saya atas dorongan dan kepercayaan kawan-kawan. Ketika kawan-kawan meminta saya maju, tidak ada alasan untuk ragu atau mundur," ujar Wandi.

​Ditambahkan, PWI Paliko ini rumah kita bersama, bukan milik kelompok atau generasi tertentu. Niat saya sederhana, ingin memastikan tidak ada kawan-kawan wartawan yang merasa berjuang sendirian di lapangan, apalagi sampai terabaikan masalah kesejahteraannya.

​"Mari kita sambut Konfercab ini dengan sukacita dan semangat badunsanak. Siapa pun yang terpilih nanti, tujuan kita tetap satu, yakni PWI Paliko yang lebih solid, bermartabat, dan sejahtera," tutup Wandi. (BD)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update