Notification

×

Iklan

Iklan

Natuna D-Alpha Jadi Magnet Baru Investasi Hulu Migas Indonesia

Senin, 21 September 2026 | 09:16 WIB


Pasbana - Di tengah kebutuhan Indonesia menemukan sumber energi baru, satu nama muncul dengan nilai komitmen investasi yang mencolok. PT Nations Petroleum ditetapkan pemerintah sebagai pemenang Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha dengan komitmen pasti mencapai US$103,31 juta untuk tiga tahun pertama—lebih dari 70 persen total komitmen enam blok migas yang dilelang pemerintah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 17 September 2026 menetapkan enam pemenang lelang WK Migas Tahap I 2026. Secara keseluruhan, keenam wilayah kerja tersebut membawa komitmen investasi US$141,51 juta, ditambah bonus tanda tangan sebesar US$1,6 juta.

Sorotan terbesar tertuju pada PT Nations Petroleum, entitas yang berada di bawah Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto. Untuk Natuna D-Alpha, perusahaan menyiapkan rangkaian kegiatan eksplorasi dan pengembangan, mulai dari studi geologi dan geofisika, akuisisi serta pemrosesan data seismik 3D seluas 591 kilometer persegi, kajian terintegrasi CO₂, hingga pengeboran satu sumur appraisal dan satu sumur eksplorasi. 

Di luar Natuna, Eni Indonesia Limited memenangkan WK Sapukala dengan komitmen US$8 juta. Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited memperoleh Bengara II dengan komitmen US$16,5 juta. 

Sementara PT Timur Hijau Investama memenangkan dua wilayah sekaligus, yakni Pesut Mahakam senilai US$7,4 juta dan Puri US$3,35 juta. WK Rupat dimenangkan Cinda Energy (Hong Kong) Limited dengan komitmen US$2,95 juta. 

Bagi perekonomian, lelang wilayah kerja bukan sekadar transaksi investasi. Komitmen tersebut merupakan modal awal untuk membiayai aktivitas eksplorasi yang berisiko tinggi dan belum menjamin ditemukannya cadangan komersial. Jika eksplorasi berhasil, manfaatnya dapat berlanjut pada tambahan cadangan, produksi, penerimaan negara, serta penguatan pasokan energi.

ESDM menyebut penetapan enam pemenang tersebut menunjukkan industri hulu migas masih memiliki daya tarik investasi. Pemerintah juga menilai perbaikan regulasi, skema bagi hasil, insentif, dan fasilitas perpajakan turut mendukung iklim investasi.

Kini tantangannya bukan lagi sekadar memenangkan lelang. Nilai sebenarnya dari keenam blok tersebut akan ditentukan oleh kemampuan para kontraktor merealisasikan komitmen eksplorasi hingga menghasilkan sumber daya migas yang benar-benar ekonomis dan dapat menopang kebutuhan energi Indonesia. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update