Notification

×

Iklan

Iklan

Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn untuk Atasi Kemacetan

Kamis, 10 September 2026 | 11:32 WIB
 
PAYAKUMBUH, pasbana — Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, mengevaluasi sejumlah bukaan median atau U-turn yang dinilai berpotensi memicu kepadatan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penutupan median menjadi salah satu opsi rekayasa lalu lintas yang kini sedang dikaji.

Pembahasan dilakukan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh dalam rapat koordinasi di Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026). Sejumlah lokasi masuk evaluasi, antara lain depan SPBU Parit Rantang, kawasan Lapas/Ramayana, Masjid Al-Ihsan, gerbang Masjid Gadang, Batang Agam, Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, Simpang Kasda, dan kawasan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota.

Sekretaris Dishub Payakumbuh Yulhendri menegaskan pembahasan tersebut belum menjadi keputusan final. Pemerintah akan melakukan pengecekan lapangan dan simulasi sebelum menentukan rekayasa lalu lintas.

Di SPBU Parit Rantang dan Lapas/Ramayana, misalnya, bukaan median dinilai mengganggu arus ketika kendaraan melakukan putar balik, terutama pada jam sibuk.

Sementara di gerbang Masjid Gadang, bukaan sekitar 17 meter diusulkan ditutup sebagian karena ruang manuver yang lebar dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Evaluasi juga mencakup parkir dan aktivitas PKL di kawasan wisata Batang Agam. Di Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, kepadatan menjadi perhatian akibat kendaraan orang tua siswa yang berhenti atau parkir saat jam pulang sekolah.

Forum LLAJ selanjutnya akan turun langsung ke sejumlah titik untuk melakukan kajian dan simulasi. Pemerintah menargetkan setiap keputusan berbasis kondisi faktual di lapangan, dengan mempertimbangkan kelancaran arus, keselamatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update