Notification

×

Iklan

Iklan

Peta Bahaya Banjir Sumbar Diperbarui, 16 Daerah Jadi Sasaran BIG

Kamis, 17 September 2026 | 15:06 WIB
 


PADANG, pasbana— Badan Informasi Geospasial (BIG) memperbarui peta bahaya banjir di Sumatera Barat setelah bencana banjir bandang dan longsor mengubah kondisi fisik sejumlah wilayah. Data terbaru ini disiapkan untuk menjadi dasar pemerintah dalam rehabilitasi, rekonstruksi, sekaligus penguatan mitigasi bencana.

Direktur Pemetaan Tematik BIG Gatot Haryo Pramono mengatakan pemutakhiran diperlukan karena kondisi wilayah dapat berubah setelah bencana. Erosi, sedimentasi, hingga perubahan tutupan lahan berpotensi mengubah pola aliran air dan karakteristik bahaya banjir. 

Pada 2026, pemutakhiran mencakup 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, yakni Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Padang Pariaman, Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, serta Kota Payakumbuh, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Padang, dan Solok.

Prosesnya dimulai dengan pengolahan data secara on-desk, kemudian dilanjutkan validasi lapangan. BIG mencocokkan data dengan informasi dari BBWS, BNPB, dan Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Barat.
Tim juga memetakan high-water mark atau jejak muka air tertinggi, memeriksa kerusakan, serta memvalidasi kondisi rawa, lahan pertanian, dan infrastruktur pengendali banjir melalui informasi masyarakat dan pemerintah setempat. 

Pemutakhiran tersebut dilakukan setelah banjir dan longsor besar yang melanda Sumbar pada November 2025 akibat cuaca ekstrem yang dipengaruhi Siklon Tropis Senyar. BMKG saat itu mencatat hujan ekstrem di sejumlah wilayah Sumbar, termasuk Padang Pariaman. 

BIG menargetkan data tersebut memperkuat analisis risiko bertingkat serta mendukung prinsip build back better, sehingga pemulihan tidak sekadar membangun kembali, tetapi juga mengurangi risiko bencana berikutnya.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update