Padang Panjang, pasbana— Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pituluik Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menggelar hari kedua Pelatihan Jurnalistik Tingkat Menengah (PJTM), Senin (29/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai III Rektorat ISI Padangpanjang itu mengangkat tema “Integrasi Multi-Platform dalam Penguatan Mutu Jurnalistik”.
Pada sesi pertama, Pimpinan Redaksi Rakyatsumbar.id, Jon Kenedi Parman, menyampaikan materi bertajuk “Konvergensi News Media”. Sementara itu, sesi kedua menghadirkan sastrawan sekaligus Founder Sekolah Menulis Elipsis, Muhammad Subhan, yang membawakan materi “Kiat Menulis Feature”.
Ketua Panitia Pelaksana PJTM, Fajri Rahmat Illahi, mengatakan kegiatan tersebut diikuti anggota pers mahasiswa dari STIT Diniyyah Putri Padang Panjang, STAI Imam Bonjol Padang Panjang, PersMa Ganto Universitas Negeri Padang (UNP), dan LPM Pituluik sebagai tuan rumah.
“PJTM berjalan lancar dan menarik,” ujar Fajri.
Konvergensi Media
Pada sesi pertama, Jon Kenedi Parman membahas perkembangan jurnalistik serta pemanfaatan berbagai platform digital dalam penyebaran informasi.
Jon menjelaskan, konvergensi media tidak sekadar memindahkan berita dari media utama ke media sosial. Menurutnya, konvergensi juga mengubah cara organisasi media memproduksi, mengelola, dan mendistribusikan berita.
“Konvergensi news media bukan sekadar memindahkan berita dari satu media ke media sosial. Konvergensi news media turut mengubah cara sebuah organisasi media dalam memproduksi dan mendistribusikan berita,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya proses redaksi dalam setiap pemberitaan. Setiap berita yang akan diterbitkan harus melalui proses penyuntingan dan persetujuan redaksi agar tetap memenuhi standar jurnalistik.
Jon menyebut konvergensi news media mencakup tiga aspek, yakni konvergensi konten, konvergensi redaksi, dan konvergensi platform. Ketiganya menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem redaksi yang mampu memanfaatkan berbagai kanal untuk menyampaikan informasi.
“Tujuan utama konvergensi news media adalah memperluas jangkauan informasi tanpa menghilangkan standar jurnalistik,” ujarnya.
Menurut Jon, perkembangan berbagai platform digital dapat membantu media menjangkau masyarakat yang lebih luas. Namun, media tetap harus mempertahankan kualitas informasi serta prinsip-prinsip jurnalistik dalam setiap platform yang digunakan.
Menggali Sisi Lain Lewat Feature
Pada sesi kedua, Muhammad Subhan membahas teknik menulis feature sebagai salah satu bentuk tulisan jurnalistik yang menggabungkan kekuatan fakta dengan gaya bercerita yang lebih mendalam dan menarik.
Menurut Subhan, feature memiliki perbedaan dengan berita langsung. Berita pada umumnya menyampaikan informasi berdasarkan unsur 5W+1H secara ringkas, sedangkan feature menggali sisi lain dari sebuah peristiwa sehingga pembaca mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam.
“Feature merupakan berita di balik berita.
Tulisan ini tetap menggunakan unsur 5W+1H, tetapi penulis menggali sisi lain dari sebuah peristiwa dan menyampaikannya dengan cara yang lebih menyentuh bagi pembaca,” jelasnya.
Subhan mengatakan salah satu bentuk feature yang populer adalah kisah nyata, termasuk biografi tokoh yang memiliki pengalaman atau perjuangan yang menarik untuk diangkat.
Ia menyebut empat karakter utama yang membuat feature memiliki kekhasan, yakni kreativitas, informatif, menghibur, dan subjektif dalam bertutur.
Subhan juga menjelaskan sejumlah jenis feature, antara lain feature perjalanan yang mengajak pembaca merasakan pengalaman penulis, feature sosok yang mengangkat perjalanan hidup, perjuangan, atau sisi inspiratif seorang tokoh maupun kelompok, serta feature ilmiah atau sains yang membahas ilmu pengetahuan, penelitian, atau alam dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.
Untuk menghasilkan feature yang menarik, Subhan menekankan pentingnya kemampuan wartawan memahami fakta dan kebenaran sebuah peristiwa. Penulis juga perlu melihat peristiwa dari berbagai sudut pandang agar mampu menemukan sisi menarik yang belum banyak diketahui pembaca.
“Penulisan judul dan teknik menulis lead atau teras berita juga menjadi bagian penting untuk menarik perhatian pembaca,” tuturnya.
Pembimbing LPM Pituluik ISI Padangpanjang, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., menutup secara resmi rangkaian PJTM yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh pers Sumatera Barat yang telah berbagi ilmu jurnalistik serta pengalaman kepada para peserta.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Firdaus Abie, Direktur PostMetro Padang; Revdi Iwan Syahputra, Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar; Jon Kenedi Parman, Pemimpin Redaksi Rakyatsumbar.id; serta Muhammad Subhan, Founder Sekolah Menulis Elipsis.
“Terima kasih atas transfer ilmu jurnalistik kepada adik-adik peserta. Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat bagi masa depan peserta untuk menjadi kritis berdasarkan pengetahuan yang jelas,” ujar Sulaiman.
Sastrawan sekaligus dosen Seni Teater ISI Padangpanjang itu berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama PJTM dapat menjadi bekal bagi peserta dalam mengembangkan kemampuan jurnalistik dan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.(*/Laila)









