Notification

×

Iklan

Iklan

Di Balik Segarnya Jeruk Bro: Strategi Manajemen Operasional dalam Menjalankan UMKM Minuman Jeruk

Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:55 WIB
Gambar 1. Pemilik Usaha Jeruk Bro : Jusnimar (48) (Sumber : Dokumentasi Pribadi Amelia Zahra Indrama, 2026)




Oleh : Amelia Zahra Indrama
Mahasiswi Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas

Pasbana - Di tengah berkembangnya tren minuman kekinian, Jeruk Bro merupakan salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner yang menjual minuman berbahan dasar buah jeruk asli dengan harga terjangkau di Kota Padang, Sumatera Barat. Usaha yang telah berjalan selama empat tahun ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan minuman segar, terutama bagi orang-orang yang selesai berolahraga. 

Dalam menjalankan usahanya, Jeruk Bro menerapkan strategi manajemen operasional melalui pengembangan variasi produk, penyesuaian lokasi penjualan, penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan penggunaan WhatsApp. Strategi tersebut dilakukan untuk mempertahankan pelanggan, menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi pasar, serta menjaga keberlangsungan usaha.

Jusnimar selaku pemilik Jeruk Bro menjalankan usaha ini dengan melihat kebutuhan masyarakat terhadap minuman yang menyegarkan, khususnya setelah melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Pada awalnya, Jeruk Bro hanya beroperasi di kawasan GOR Haji Agus Salim, Padang. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki target pasar yang sesuai, yaitu masyarakat yang membutuhkan minuman segar setelah berolahraga, tetapi tetap ingin mengonsumsi minuman berbahan dasar buah.

Ketika ditanya mengenai alasan pemilihan produk dan strategi penjualan, Jusnimar menjelaskan:
“Awalnya, kami jualan di kawasan GOR Haji Agus Salim karena target pelanggan kami adalah orang-orang yang habis olahraga dan ingin minum sesuatu yang segar. Kami ingin menyediakan minuman dari buah jeruk asli sebagai pilihan selain minuman kekinian lainnya. Tapi, karena GOR sedang direnovasi, kami terpaksa pindah dan berjualan di beberapa lokasi lain supaya tetap bisa menjangkau pelanggan dan menjaga pendapatan usaha.”

Perubahan kondisi tersebut mendorong Jeruk Bro untuk memperluas wilayah penjualannya ke beberapa lokasi, seperti kawasan Samsat, Simasa, dan UPI. Dengan jam operasional Samsat pukul 09.00 – 12.00, SMA N 1 Padang pukul 13.00 – 17.00 dan UPI pukul 19.00 – 00.00

Jeruk Bro menyediakan beberapa pilihan menu, yaitu jeruk biasa seharga Rp10.000 serta jeruk lemon, jeruk jerby, jeruk Mandarin, dan jeruk Sunkist yang masing-masing seharga Rp15.000. Pelanggan juga dapat menambahkan topping berupa Yakult, madu, dan nata de coco dengan biaya tambahan masing-masing Rp3.000, sedangkan biji selasih tersedia secara gratis.

Dari sisi karyawan, kegiatan operasional Jeruk Bro mencakup pengadaan bahan baku, penyimpanan, pembuatan minuman, hingga penyerahan pesanan kepada pelanggan. Alya selaku karyawan menjelaskan bahwa ketersediaan bahan baku dan ketepatan takaran merupakan bagian penting dalam proses pembuatan minuman.

“ Proses operasional usaha Jeruk Bro dimulai dari pengadaan bahan baku. Untuk bahan baku, kami mengambilnya dari pemasok yang berbeda-beda, tergantung jenis jeruk yang dibutuhkan. Jeruk Sunkist dan Mandarin kami dapatkan dari pemasok jeruk impor, jeruk peras dibeli di Pasar Raya Padang, sedangkan jeruk lemon kami beli dari pusat buah. Untuk es batu, kami juga punya pemasok sendiri.

Setelah bahan baku dibeli, jeruk peras biasanya disimpan di suhu ruang, sedangkan jenis jeruk lainnya disimpan di kulkas supaya kualitasnya tetap terjaga. Untuk pembuatannya, kami menyesuaikan dengan pesanan pelanggan. Jeruk Sunkist dan Mandarin menggunakan satu buah jeruk untuk satu gelas, sedangkan jeruk peras menggunakan tiga buah jeruk untuk satu gelas.

Pelanggan juga bisa menambahkan topping sesuai selera, seperti Yakult, madu, nata de coco, dan biji selasih. Setelah minumannya selesai dibuat, kami langsung menyerahkannya kepada pelanggan. Selain datang langsung ke tempat jualan, pelanggan juga bisa memesan melalui WhatsApp.” Ujar Alya.

Gambar 2. Wawancara dengan Alya (20), karyawan UMKM Jeruk Bro di Kota Padang. (Sumber: Dokumentasi pribadi Amelia Zahra Indrama, 2026).


Proses tersebut memperlihatkan penerapan manajemen operasional dalam kegiatan sehari-hari. Pengadaan bahan baku dari beberapa pemasok membantu memenuhi kebutuhan jenis jeruk yang berbeda, sedangkan penetapan takaran membantu menjaga konsistensi produk. Penyimpanan bahan baku dan persiapan pesanan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan.

Dari sudut pandang pelanggan, daya tarik Jeruk Bro terletak pada kesegaran minuman, beragam pilihan jeruk, dan harga yang relatif terjangkau. Syifa selaku pelanggan menyampaikan alasan memilih produk tersebut:
“Saya memilih membeli minuman di Jeruk Bro karena sekarang ada banyak jenis minuman kekinian, tetapi minuman dari buah asli seperti ini tetap menarik bagi saya. Rasanya segar dan cocok diminum sehari-hari. Pilihan jenis jeruknya juga beragam, jadi bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Harganya pun masih terjangkau, mulai dari Rp10.000 sampai Rp15.000. Apalagi kalau cuaca sedang panas atau saya sedang beraktivitas, minuman ini cocok untuk melepas dahaga.”

Gambar 3. Wawancara dengan Syifa (19), pelanggan UMKM Jeruk Bro, mengenai alasan memilih produk minuman berbahan dasar buah jeruk asli. (Sumber: Dokumentasi pribadi Amelia Zahra Indrama, 2026).


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pilihan pelanggan tidak hanya dipengaruhi oleh tren minuman, tetapi juga oleh kesesuaian produk dengan kebutuhan sehari-hari. Harga yang terjangkau dan variasi menu memberikan keleluasaan bagi pelanggan dalam menentukan pilihan. 

Berdasarkan ketiga perspektif tersebut, manajemen operasional Jeruk Bro mencakup pengelolaan bahan baku, penetapan takaran produk, penyesuaian lokasi penjualan, dan pelayanan pelanggan.

Pemilik berperan dalam menentukan strategi usaha, karyawan menjalankan kegiatan operasional, sedangkan pelanggan memberikan penilaian berdasarkan pengalaman pembelian. Ke depannya, konsistensi kualitas produk, pengelolaan bahan baku, dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan menjadi aspek penting untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan bisnis minuman. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update