Notification

×

Iklan

Iklan

Dr. Yandri Terpilih Pimpin ISI Padang Panjang Periode 2026–2030

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:32 WIB
Dr. Yandri, S.Sn., M.Sn.


Padang Panjang, pasbana — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang memilih Dr. Yandri, S.Sn., M.Sn., sebagai Rektor ISI Padangpanjang periode 2026–2030 melalui proses pemilihan yang berlangsung di Gedung Rektorat ISI Padangpanjang, Kamis (1/10/2026).

Yandri meraih suara terbanyak dalam pemilihan yang melibatkan Senat Institusi ISI Padangpanjang dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Ketua Senat ISI Padangpanjang, Yunaidi, S.Sn., M.Sn., menjelaskan proses pemilihan rektor kali ini memiliki mekanisme yang berbeda dari periode sebelumnya. Perubahan tersebut berkaitan dengan masa berlaku statuta dan berakhirnya masa jabatan Senat Institusi periode sebelumnya.

“Kalau dahulu kami harus memilih senat terlebih dahulu, setelah itu baru dilakukan pemilihan rektor. Namun, karena menunggu statuta, periode rektor yang lama bergeser sekitar enam bulan, sementara masa jabatan senat yang lama sudah berakhir,” kata Yunaidi.

Menurut Yunaidi, pihak senat kemudian berkonsultasi dengan kementerian. Hasilnya, Senat Institusi periode sebelumnya mendapat kewenangan untuk melaksanakan pemilihan rektor periode 2026–2030. Sementara itu, masa jabatan Senat Institusi periode tersebut akan berakhir pada 7 Oktober 2026.

Empat Bakal Calon


Yunaidi menjelaskan, panitia pemilihan rektor membentuk tahapan seleksi sesuai statuta dan peraturan kementerian. Panitia terlebih dahulu melakukan penjaringan dan mengumumkan persyaratan pemilihan rektor secara terbuka ke seluruh Indonesia.




Dari proses penjaringan tersebut, muncul empat bakal calon rektor, yakni Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., yang merupakan rektor petahana; Dr. Riswel Zam, S.Sn., M.Sn., Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Padangpanjang; Dr. Irwan, S.Pd., M.Pd., Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Padangpanjang; serta Dr. Yandri, S.Sn., M.Sn.

Selanjutnya, Senat Institusi melakukan pemilihan melalui rapat tertutup yang diikuti 31 anggota senat. Dari proses tersebut, tiga calon rektor memperoleh nomor urut, yakni Yandri nomor urut 1, Febri Yulika nomor urut 2, dan Irwan nomor urut 3.

Yunaidi mengatakan proses pemilihan mengikuti ketentuan kementerian dengan komposisi 65 persen suara dari Senat Institusi dan 35 persen suara dari kementerian.

“Dari 30 suara Senat Institusi, Pak Yandri memperoleh 30 suara, Pak Febri 12 suara, dan Pak Irwan tidak memperoleh suara. Ada empat suara yang rusak,” ujar Yunaidi.

Dengan perolehan tersebut, Yandri terpilih sebagai Rektor ISI Padangpanjang periode 2026–2030.

Dr.Yandri Siapkan Program Kerja


Yandri mengatakan dirinya tidak melakukan persiapan khusus menjelang proses pemilihan rektor. Keputusan untuk maju, menurutnya, berawal dari dukungan dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan civitas akademika ISI Padangpanjang.

“Awalnya saya melihat situasi di lapangan, terutama bagaimana dukungan teman-teman dosen dan tenaga kependidikan. Ternyata banyak teman yang meminta saya maju dalam pemilihan rektor periode 2026–2030. Karena itu, saya ikut mencalonkan diri,” kata Yandri.

Ia mengaku bersyukur atas hasil pemilihan tersebut dan mengapresiasi kerja keras para pendukungnya yang mempersiapkan pencalonan dalam waktu relatif singkat.

Ketua Senat ISI Padangpanjang bersama perwakilan Kemenristekdikti Ade Faisal, S.T, M.Sc



“Saya tentu sangat senang karena teman-teman sudah bekerja keras dalam waktu yang singkat, sekitar tiga bulan sejak saya memutuskan untuk mendaftarkan diri,” ujarnya.

Setelah terpilih, Yandri akan menyusun program kerja dengan tetap mengacu pada visi dan misi yang ia sampaikan selama proses pemilihan. Ia juga akan menyesuaikan program tersebut dengan kondisi ISI Padangpanjang saat ini.

“Dalam waktu dekat saya akan merumuskan program kerja secara detail,” katanya.

Yandri membawa visi menjadikan ISI Padangpanjang sebagai perguruan tinggi seni yang menjadi pusat rujukan utama (Centre of Excellence) seni budaya Melayu Nusantara yang profesional, unggul, dan berdaya saing global dalam bidang akademik serta tata kelola yang berintegritas di era digital.

Visi tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan program kerja selama masa kepemimpinannya pada periode 2026–2030.

Menunggu Pelantikan

Dalam kesempatan tersebut, Yunaidi juga menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yulianto, agar seluruh unsur ISI Padangpanjang bersama-sama membangun dan memajukan lembaga.

“Agenda ini bukan tentang siapa yang unggul dan siapa yang hebat, tetapi bagaimana kita membangun lembaga ini, bersatu, dan bergandeng tangan untuk kemajuan lembaga. Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang,” kata Yunaidi mengutip pesan menteri.

Yunaidi mengatakan pelantikan rektor baru dijadwalkan berlangsung pada 22 Desember 2026 di Jakarta, bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan rektor petahana.

Sebelum pelantikan tersebut, rektor petahana tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya hingga masa jabatan berakhir. Setelah pelantikan, Yandri akan resmi menjalankan amanah sebagai Rektor ISI Padangpanjang periode 2026–2030.
(Kay/Aji)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update