Notification

×

Iklan

Iklan

Menua dengan Cerdas: Pelajaran dari "The Changing Mind"

Senin, 26 Oktober 2026 | 17:08 WIB
 


Pasbana - Banyak dari kita takut menua. Kita membayangkan ingatan yang memudar, otak yang melambat, dan hari-hari yang semakin sempit. Namun Daniel Levitin, ahli saraf dan penulis The Changing Mind: A Neuroscientist's Guide to Ageing Well, menawarkan sudut pandang yang menenangkan: otak yang menua bukan otak yang rusak, melainkan otak yang berubah.

Otak Tidak Berhenti Berkembang


Dahulu orang percaya bahwa otak dewasa tidak bisa berubah. Ilmu saraf modern membuktikan sebaliknya. Otak memiliki neuroplastisitas, yaitu kemampuan membentuk koneksi baru sepanjang hidup. Artinya, belajar bahasa baru, alat musik, atau keterampilan apa pun tetap mungkin dilakukan di usia berapa pun.

Yang Hilang dan Yang Bertambah


Levitin jujur bahwa menua membawa beberapa penurunan, misalnya kecepatan berpikir dan daya ingat jangka pendek. Namun ada pula yang justru bertambah: kebijaksanaan, kemampuan membaca situasi, pengendalian emosi, dan pemahaman tentang gambaran besar. Di sinilah pesan buku ini terasa inspiratif. Menua bukan hanya soal kehilangan, tetapi juga soal bertumbuh dengan cara yang berbeda.

Kunci Menua dengan Baik


Levitin merangkum sejumlah kebiasaan yang didukung penelitian:
  • Tetap bergerak. Olahraga teratur, bahkan sekadar berjalan kaki, menjaga aliran darah ke otak dan melindungi fungsi kognitifnya.
  • Tidur yang cukup. Saat tidur, otak merapikan ingatan dan membersihkan zat sisa. Tidur bukan kemewahan, melainkan perawatan.
  • Terus belajar. Tantangan mental baru, terutama yang sulit dan menyenangkan, memperkuat cadangan kognitif otak.
  • Jaga hubungan sosial. Persahabatan dan kedekatan dengan orang lain termasuk pelindung terbaik bagi kesehatan otak dan kebahagiaan.
  • Kelola stres. Stres berkepanjangan merugikan otak, sehingga ketenangan perlu dilatih.

Kepribadian yang Terus Tumbuh


Salah satu gagasan menarik Levitin adalah bahwa kepribadian pun dapat berubah. Seiring waktu, banyak orang menjadi lebih tenang, lebih ramah, dan lebih stabil secara emosional. Dengan sengaja melatih kebiasaan baik, kita bisa ikut mengarahkan perubahan itu.

Merencanakan Masa Tua Sejak Sekarang


Pesan penting lainnya: persiapan dimulai jauh sebelum usia senja. Kebiasaan sehat, tujuan hidup, dan jaringan pertemanan yang kita bangun hari ini adalah tabungan untuk masa depan.

Sampul buku ini menampilkan anak angsa di samping angsa dewasa, seolah mengingatkan bahwa setiap fase kehidupan punya keindahannya sendiri. Menua bukan akhir dari pertumbuhan. Selama kita mau bergerak, belajar, dan terhubung dengan sesama, otak kita akan terus berkembang.
(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update