Notification

×

Iklan

Iklan

Usai Bawa Indonesia Juara, Verdonk dan Shayne Hadapi Momen Berbeda

Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:06 WIB
 


Pasbana- Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final dramatis melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Kemenangan tersebut diraih setelah Garuda bermain imbang 2-2 selama 120 menit dan kemudian menang 4-2 melalui adu penalti. 

Namun, ketika sebagian besar skuad masih menikmati euforia keberhasilan tersebut, dua pemain justru menghadapi momen berbeda. Calvin Verdonk harus segera kembali ke Eropa untuk memenuhi kewajibannya bersama LOSC Lille, sedangkan Shayne Pattynama menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian lewat kisah emosional di balik keberhasilannya mengeksekusi penalti.


Verdonk Tak Punya Banyak Waktu untuk Berpesta


Bagi Verdonk, pesta juara hanya berlangsung singkat. Bek berusia 29 tahun itu harus segera memulihkan kondisi sebelum kembali ke Prancis karena Lille telah menunggu dengan agenda pertandingan yang padat.

Verdonk mengungkapkan dirinya masih harus tampil bersama klub pada akhir pekan dan kembali bertanding beberapa hari kemudian.

“Saya harus bermain lagi pada hari Sabtu, lalu hari Selasa,” kata Verdonk.
Karena itu, ia mengaku harus segera beristirahat dan meninggalkan Indonesia. “Saya harus memulihkan diri dan pulang ke rumah besok,” ujarnya. 

Situasi tersebut menjadi gambaran lain dari kehidupan pesepak bola profesional. Setelah membantu Indonesia meraih trofi bersejarah, Verdonk harus kembali berkonsentrasi pada kompetisi klub di level Eropa.

Penalti Shayne dan Pesan dari Sang Ayah


Sementara itu, Shayne Pattynama menghadapi tekanan berbeda. Ia menjadi penendang keempat Indonesia dalam drama adu penalti dan berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Menariknya, keputusan Shayne ketika mengeksekusi penalti tidak sepenuhnya sesuai dengan kebiasaannya saat latihan. Sehari sebelum pertandingan, ia terbiasa mencoba mengarahkan bola ke sudut gawang yang berbeda.

Namun, beberapa saat sebelum mengambil tendangan, muncul dorongan untuk memilih arah lain.

“Saya berpikir di saat-saat terakhir, sejujurnya ada sesuatu yang mengatakan kepada saya untuk menembak ke sudut yang berbeda,” kata Shayne.

Ia kemudian mengaitkan keputusan tersebut dengan mendiang ayahnya.
“Saya pikir ayah saya di atas sana, dia memberi tahu saya untuk melakukan hal ini,” ujarnya. 

Eksekusi Shayne menjadi bagian dari empat penalti sempurna Indonesia. Setelah Emil Audero menggagalkan tendangan terakhir Thailand, Garuda pun memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 4-2. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update