Notification

×

Iklan

Iklan

Marc Marquez Tak Tenang di Qatar Meski di Ambang Gelar Juara Dunia

Jumat, 06 November 2026 | 18:55 WIB
 


Pasbana – Peluang Marc Marquez mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 di Qatar ternyata tidak sepenuhnya disambut dengan antusias. Pembalap Ducati Lenovo tersebut justru mengaku lebih memilih berada di tempat lain menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang masih menjadi perhatian.

Meski berpeluang merayakan gelar juara dunia kedelapan di kelas utama pada Minggu (8/11/2026), Marquez menegaskan tetap akan menjalani balapan di Sirkuit Internasional Lusail. Ia memilih membatasi waktu keberadaannya di Qatar tanpa mengurangi fokus terhadap persaingan di lintasan.

Pengakuan itu disampaikan Marquez dalam konferensi pers menjelang MotoGP Qatar, Kamis (5/11/2026). Ia menjelaskan telah mengatur perjalanan agar datang menggunakan penerbangan paling akhir dan meninggalkan Qatar secepat mungkin setelah seluruh agenda balapan selesai.

"Sebenarnya, saya ingin berada di tempat lain. Karena itu, saya datang dengan penerbangan paling akhir yang memungkinkan dan akan pulang dengan penerbangan paling awal," ujar Marquez.
"Namun, kami sudah berada di sini, siap balapan dan berkonsentrasi penuh," tambah pembalap asal Spanyol tersebut.

Situasi Timur Tengah Jadi Perhatian Paddock


Kekhawatiran Marquez tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut bahkan memengaruhi keikutsertaan sejumlah peserta MotoGP Qatar 2026.
Yamaha memutuskan menarik seluruh pembalapnya dari seri Lusail dengan alasan pembatasan perjalanan perusahaan. Keputusan tersebut membuat Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Toprak Razgatlioglu tidak tampil pada akhir pekan balapan kali ini.

Sebelumnya, penyelenggara MotoGP juga telah melakukan evaluasi keamanan bersama pihak terkait sebelum memastikan seri Qatar tetap berlangsung pada 6–8 November 2026. Balapan ini sebelumnya dijadwalkan pada April, tetapi ditunda akibat konflik regional.

Marquez Tidak Ingin Terburu-buru Merayakan Gelar


Di tengah situasi tersebut, Marquez juga memilih bersikap realistis menghadapi peluang menjadi juara dunia. Ia menyebut gelar memang semakin dekat, tetapi persaingan belum selesai.

"Gelar juara memang semakin dekat, tetapi masih jauh," katanya.

Marquez ingin memaksimalkan setiap sesi, menemukan ritme terbaik sejak latihan bebas pertama, dan memastikan bisa menyelesaikan kedua balapan.

Dengan demikian, MotoGP Qatar bukan hanya menjadi kesempatan penting bagi Marquez untuk mencetak sejarah, tetapi juga ujian konsentrasi di tengah situasi yang tidak ideal di luar lintasan.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update