Notification

×

Iklan

Iklan

Mayoritas Harga Pangan Merangkak Naik, Cabai Mulai Melandai

Minggu, 08 November 2026 | 06:47 WIB
 


Pasbana– Sejumlah komoditas pangan strategis di pasar nasional mengalami kenaikan harga pada Sabtu (7/11/2026). Kenaikan terjadi pada berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, daging hingga minyak goreng. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang memiliki anggaran belanja terbatas.

Di tengah tren kenaikan tersebut, harga cabai justru menunjukkan perkembangan berbeda. Komoditas yang sebelumnya sempat menjadi perhatian karena harganya tinggi itu kini tercatat berada di bawah Rp100.000 per kilogram.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang dipantau pada pukul 08.30 WIB, hampir seluruh kelompok komoditas pangan utama mengalami pergerakan harga ke atas.
Salah satunya beras kualitas bawah I yang naik 0,33 persen atau Rp50 menjadi Rp15.000 per kilogram. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa tekanan harga tidak hanya terjadi pada komoditas pangan tertentu, tetapi juga menyentuh kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Pergerakan harga beras menjadi perhatian karena komoditas tersebut merupakan sumber pangan utama sebagian besar masyarakat Indonesia. Perubahan harga di tingkat pasar dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga maupun biaya operasional pelaku usaha kuliner.

Kenaikan Harga Perlu Diwaspadai
Selain beras, kelompok daging dan minyak goreng juga tercatat mengalami kenaikan. Perubahan harga sejumlah komoditas tersebut menunjukkan dinamika pasar pangan yang perlu terus dipantau, khususnya menjelang periode peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Sementara itu, harga cabai yang berada di bawah Rp100.000 per kilogram memberikan sedikit ruang bagi konsumen di tengah kenaikan komoditas lainnya.

Meski demikian, pergerakan harga pangan tidak selalu seragam di setiap daerah. Perbedaan pasokan, biaya distribusi, kondisi produksi, hingga tingkat permintaan dapat menyebabkan harga di pasar tradisional berbeda dari rata-rata nasional.

Data PIHPS menjadi salah satu indikator penting untuk memantau perkembangan harga pangan dan membantu pemerintah mengidentifikasi komoditas yang membutuhkan perhatian.

Bagi masyarakat, perkembangan tersebut menjadi pengingat pentingnya mengatur belanja rumah tangga secara cermat. Sementara bagi pemerintah, kestabilan pasokan dan kelancaran distribusi tetap menjadi faktor utama untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update