Notification

×

Iklan

Iklan

Padang Targetkan Festival Tari Anak Berskala Nasional pada 2027

Senin, 02 November 2026 | 15:02 WIB
 


PADANG, pasbana – Pemerintah Kota Padang mulai membidik panggung yang lebih luas bagi pelestarian seni dan budaya Minangkabau. Festival Tari Anak Kota Padang yang selama ini menjadi wadah kreativitas generasi muda ditargetkan berkembang menjadi kegiatan berskala nasional pada 2027.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan rencana tersebut saat menutup Festival Tari Anak Kota Padang 2026 di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (1/11/2026). Ia berharap festival berikutnya mampu menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai daerah dengan dukungan langsung pemerintah kota.

Fadly bahkan menargetkan penyelenggaraan tahun depan berlangsung tiga kali lebih besar dibandingkan pelaksanaan tahun ini. Pemerintah Kota Padang juga membuka peluang menjadi sponsor utama untuk mendukung pengembangan kegiatan tersebut.

Menurut Fadly, festival seni anak merupakan bagian penting dari upaya membangun generasi berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni, olahraga, budaya, dan agama.

“Festival ini sejalan dengan semangat Padang Juara, yakni mendorong anak-anak tidak hanya berprestasi di bidang pendidikan, tetapi juga olahraga, seni, budaya, dan agama,” ujarnya.

Ia menilai, kekayaan budaya Minangkabau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Karena itu, pembinaan seni sejak usia dini perlu mendapat perhatian berkelanjutan.
Libatkan 300 Penari dan Seniman Musik
Festival Tari Anak Kota Padang 2026 berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, dengan mengusung tema “Lestarikan Budaya Minang Sejak Dini”.

Anggota DPRD Kota Padang sekaligus Pembina Sanggar Tari Mutiara Minang, Wahyu Hidayat, menyebutkan kegiatan tersebut melibatkan enam sanggar seni dengan total 300 penari dan seniman musik.
Selain pertunjukan tari, festival juga menghadirkan lomba mewarnai, solo song, dan fashion show anak. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas ruang kreativitas sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak-anak.

Dukungan terhadap ekonomi masyarakat turut menjadi bagian dari penyelenggaraan festival. Panitia menyediakan fasilitas berjualan gratis bagi 10 pelaku usaha kuliner lokal. Upaya ini sekaligus mendukung pengembangan potensi gastronomi Kota Padang menuju Kota Gastronomi UNESCO 2027.

Pada kesempatan yang sama, Pemko Padang melalui Dinas Pariwisata menyerahkan bantuan peralatan kepada delapan pelaku ekonomi kreatif dari lima kecamatan yang terdampak banjir bandang November 2025. Bantuan tersebut menyasar subsektor kriya dan musik.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza serta perwakilan enam sanggar seni.
Pengembangan festival menjadi agenda nasional diharapkan tidak sekadar memperluas kompetisi, tetapi juga memperkuat regenerasi seniman dan memperkenalkan identitas budaya Minangkabau kepada masyarakat Indonesia.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update