JAKARTA SELATAN, pasbana — Akurasi alat kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam pelayanan posyandu. Karena itu, tim dosen Poltekkes Kemenkes Jakarta II mengembangkan program pemeliharaan dan verifikasi tensimeter serta timbangan bayi yang digunakan posyandu di Kelurahan Gunung, Jakarta Selatan.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut menyasar peralatan yang digunakan untuk mendukung pemantauan Kesehatan lansia, ibu, bayi, dan balita. Tensimeter berperan dalam pemeriksaan tekanan darah, sedangkan timbangan bayi digunakan untuk memantau berat badan dan pertumbuhan anak.
Berdasarkan survei dan focus group discussion (FGD) yang telah dilakukan bersama pihak Kelurahan Gunung Kecamatan Kebayoran Baru- Jakarta Selatan, tercatat terdapat lima posyandu balita dan lima posyandu lansia. Dari pendataan tersebut ditemukan tujuh unit tensimeter dan empat unit timbangan bayi yang menjadi sasaran kegiatan.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Jakarta 2, Wike Kristianti, S.T., M.Si. menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kondisi alat.
" Para kader juga akan mendapatkan edukasi mengenai pemeliharaan sederhana sehingga peralatan dapat dirawat secara lebih teratur setelah kegiatan selesai, " jelas Wike, Rabu (30/09).
Dalam penjelasannya, tim pengusul menjelaskan bahwa pemeliharaan dan verifikasi diperlukan untuk menjaga keakuratan hasil pengukuran. Data yang keliru dari alat yang tidak terawat berpotensi memengaruhi pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan program melibatkan PT Medcalindo sebagai mitra dalam membantu proses verifikasi peralatan, sementara pihak Kelurahan Gunung berperan mengoordinasikan kader sekaligus menyediakan aula untuk pelaksanaan kegiatan.
Tahap berikutnya adalah pelaksanaan pemeliharaan dan verifikasi tensimeter, timbangan bayi, serta timbangan dewasa yang dibawa kader ke lokasi kegiatan. Setelah itu, tim akan melakukan evaluasi dan menyusun laporan akhir.
Program tersebut juga menargetkan peningkatan pengetahuan kader mengenai pemeliharaan alat kesehatan serta menghasilkan luaran berupa HaKI dan publikasi jurnal pengabdian kepada masyarakat.
Bagi posyandu, pemeliharaan alat bukan sekadar persoalan teknis. Ketersediaan peralatan yang terawat dan hasil pengukuran yang dapat diandalkan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.(*)







