Notification

×

Iklan

Iklan

Padang Wakili Indonesia di Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2027

Kamis, 05 November 2026 | 10:18 WIB
 


PADANG, pasbana – Kekayaan kuliner Minangkabau berpeluang semakin dikenal di panggung internasional. Kota Padang resmi ditetapkan sebagai wakil Indonesia dalam nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 untuk kategori Gastronomi. Penetapan ini membuka kesempatan bagi kuliner tradisional Sumatera Barat untuk memperoleh pengakuan global.

Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif pada Rabu (4/11/2026). Padang akan membawa identitas gastronominya dalam proses seleksi UNESCO, sementara Kabupaten Bantul ditetapkan mewakili Indonesia untuk kategori Crafts and Folk Art atau kerajinan dan seni rakyat. 

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut pencapaian tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas potensi ekonomi kreatif.

Menurut Fadly, kuliner bukan sekadar produk makanan, melainkan bagian dari sejarah, kehidupan sosial, dan karakter masyarakat Kota Padang. Keberadaan pasar tradisional yang tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi, bahkan ketika pandemi COVID-19, menjadi salah satu gambaran kuatnya ekosistem gastronomi daerah.

"Selama ini, kami melihat kuliner sudah menjadi bagian dari identitas Kota Padang. Ketika menghadapi beberapa kali cobaan dan bencana, kami selalu berupaya melihat kembali jati diri dan potensi yang bisa diangkat sebagai kekuatan ekonomi daerah. Potensi inilah yang akan kami bawa ke level yang lebih tinggi," ujar Fadly. 

Keunggulan Padang tidak hanya bertumpu pada popularitas rendang, sate Padang, gulai, dan sambal lado. Tradisi makan bajamba serta pertemuan budaya Minangkabau dengan berbagai etnis turut membentuk kekayaan gastronomi yang khas.

Pemerintah kota juga menyiapkan penguatan ekosistem pendukung, mulai dari pembenahan infrastruktur, pengembangan industri makanan hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai pencalonan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan tradisi daerah ke tingkat internasional.

"Penetapan nominasi ini menjadi peluang bagi Kota Padang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, tradisi, dan potensi gastronomi ke tingkat internasional, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan kota berkelanjutan," jelasnya. 

UNESCO Creative Cities Network sendiri merupakan jejaring kota kreatif yang dibentuk pada 2004. Program ini mendorong kreativitas sebagai salah satu penggerak pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Bagi Padang, peluang tersebut diharapkan menjadi momentum agar kekayaan kuliner Minangkabau tidak hanya terkenal sebagai sajian favorit masyarakat dunia, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat, pariwisata, dan ekonomi daerah.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update