Notification

×

Iklan

Iklan

Secangkir Kopi Tak Sesederhana Itu : Menjaga Rasa dan Kualitas di Ado Coffee

Jumat, 06 November 2026 | 19:31 WIB
Ado coffee di Padang menjaga kualitas setiap minuman melalui standar bahan baku, resep, dan takaran yang diterapkan dalam proses pembuatannya.




Oleh : Azzahra Aweldi, 
Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas


Pasbana - Secangkir minuman yang terlihat sederhana ternyata membutuhkan perhatian banyak hal sebelum sampai ke tangan pelanggan. Dalam aktivitas operasionalnya sehari-hari, di Ado Coffee, menjaga kualitas produk dilakukan sejak pemilihan bahan baku hingga minuman siap disajikan. Resep dan takaran yang telah ditetapkan menjadi pedoman dalam proses pembuatan agar rasa setiap menu tetap konsisten, sekaligus mempertahankan kualitas yang diharapkan pelanggan.

Bagi sebuah coffee shop, rasa menjadi salah satu bagian penting dari produk yang ditawarkan. Pelanggan tidak hanya datang untuk menikmati minuman, tetapi juga mengharapkan rasa yang sesuai dengan selera dan tetap sama ketika mereka kembali berkunjung. Karena itu, konsistensi menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam proses produksi minuman di Ado Coffee.

Salah satu cara yang dilakukan Ado Coffee untuk menjaga konsistensi tersebut adalah dengan menetapkan resep dan takaran untuk setiap menu. Setiap minuman memiliki standar masing-masing sehingga proses pembuatannya tidak dilakukan berdasarkan perkiraan.

“Setiap menu mempunyai resep dan takaran sendiri. Jadi setiap membuat satu menu minuman harus mengikuti resep dan takaran yang sudah ditetapkan,” ujar pihak Ado Coffee.

Resep yang telah ditentukan tersebut menjadi acuan bagi barista ketika membuat minuman. Dengan adanya takaran yang jelas, jumlah bahan yang digunakan dapat lebih terkontrol. Hal ini juga membantu menjaga agar rasa minuman yang dibuat pada satu waktu tidak jauh berbeda dengan minuman yang dibuat pada waktu lainnya.

Selain resep, kualitas bahan baku juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan minuman dapat memengaruhi hasil akhir produk. Oleh karena itu, Ado Coffee memiliki standar tersendiri dalam menentukan bahan baku yang digunakan.

“Sangat penting. Kami di Ado Coffee memilih dan menentukan bahan baku dengan standar sendiri. Setiap pemasok bahan baku harus mengikuti standar yang telah kami tentukan,” jelas pihak Ado Coffee.

Artinya, proses menjaga kualitas tidak hanya dilakukan ketika minuman sedang dibuat. Perhatian terhadap kualitas sudah dimulai sejak bahan baku dipilih. Bahan yang digunakan harus memenuhi standar yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan produk sesuai dengan yang diharapkan.

Dari berbagai aspek dalam pembuatan minuman, rasa menjadi hal yang paling diprioritaskan oleh Ado Coffee. Menurut pihak Ado Coffee, rasa yang sesuai dengan selera pelanggan dapat menjadi salah satu alasan pelanggan untuk kembali membeli produk.

“Yang paling diprioritaskan adalah rasa. Apabila rasa sudah sesuai dengan lidah konsumen, pasti konsumen akan balik lagi untuk membeli produk yang sesuai dengan seleranya,” katanya.

Untuk menghasilkan rasa yang sesuai dengan standar tersebut, proses pembuatan minuman juga membutuhkan ketelitian. Barista harus memperhatikan jumlah setiap bahan yang digunakan sesuai dengan resep. Mulai dari espresso, creamer, susu UHT, hingga bahan lainnya memiliki takaran yang perlu diperhatikan.

“Yang harus diperhatikan adalah ketepatan gramasi atau ml di setiap resep. Berapa ml espresso, ml creamer, berapa ml UHT dan lainnya,” ujar barista Ado Coffee.

Ketepatan takaran menjadi penting karena perubahan jumlah bahan dapat memengaruhi rasa minuman. Takaran yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat membuat hasil akhir berbeda dari standar yang telah ditentukan.

Tidak hanya takaran, tahap pembuatan juga memiliki pengaruh terhadap kualitas minuman. Menurut barista Ado Coffee, urutan menuangkan bahan ke dalam cangkir dan cara pembuatan espresso merupakan bagian yang paling menentukan kualitas rasa.

“Bagian yang paling menentukan adalah urutan menuangkan bahan ke dalam cangkir dan cara pembuatan espressonya,” ujarnya.

Kesalahan dalam proses tersebut juga dapat memengaruhi hasil akhir. Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah ketidaktepatan dalam menuangkan bahan sesuai resep.

“Kesalahan dalam takaran menuangkan bahan resepnya,” jawabnya ketika ditanya mengenai kesalahan yang paling dapat memengaruhi kualitas minuman.

Dalam proses pembuatan minuman setiap harinya, hal-hal tersebut menunjukkan bahwa menghasilkan minuman dengan rasa yang konsisten tidak hanya bergantung pada satu tahap. Mulai dari bahan baku, resep, takaran, hingga proses pembuatan memiliki keterkaitan dalam menentukan kualitas produk yang diterima pelanggan.

Upaya menjaga kualitas tersebut kemudian dapat dirasakan dari sisi pelanggan. Salah seorang pelanggan Ado Coffee menilai bahwa minuman yang disajikan memiliki rasa yang enak dan tingkat kemanisan yang pas. Selain rasa, kualitas minuman dan penyajiannya juga menjadi bagian yang diperhatikan.

“Menurut saya, rasa minumannya enak, manisnya pas, dan terasa berkualitas,  Penyajiannya juga rapi,” ujar salah seorang pelanggan.

Konsistensi juga menjadi salah satu hal yang dirasakan pelanggan ketika memesan menu yang sama. Setelah beberapa kali berkunjung, pelanggan tersebut menilai bahwa rasa minuman yang dipesannya cenderung tetap sama.

“Iya, menurut saya cukup konsisten. Beberapa kali saya memesan yang sama, rasanya hampir selalu sama,” katanya.

Ketika diminta menggambarkan produk Ado Coffee dengan tiga kata, pelanggan tersebut memilih “enak, berkualitas, konsisten.” Tiga kata tersebut menggambarkan pengalaman pelanggan terhadap produk yang mereka konsumsi, sekaligus menunjukkan pentingnya konsistensi dalam mempertahankan kualitas sebuah produk.

Pada akhirnya, kualitas sebuah minuman tidak hanya terlihat dari tampilannya ketika sudah berada di atas meja. Ada proses yang dilakukan sebelumnya agar rasa yang diterima pelanggan tetap sesuai dengan standar. Di Ado Coffee, proses tersebut dilakukan melalui penggunaan resep dan takaran yang telah ditentukan, pemilihan bahan baku sesuai standar, serta ketelitian barista dalam setiap tahap pembuatan.

Bagi coffee shop, menjaga kualitas secara konsisten menjadi bagian dari bagaimana sebuah produk dipertahankan agar tetap dapat memenuhi selera pelanggan. Sebab, bagi pelanggan, secangkir minuman yang terasa enak hari ini akan lebih berarti ketika rasa yang sama masih dapat mereka temukan pada kunjungan berikutnya.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update