SOLOK SELATAN, pasbana – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan dengan menggandeng perusahaan perkebunan sawit dan energi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menambah ruang rawat inap di RSUD Batang Sangir dan RSUD Muara Labuh.
Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan, lima perusahaan perkebunan sawit telah menyatakan komitmen memberikan hibah senilai Rp 7,34 miliar untuk pembangunan fasilitas di RSUD Batang Sangir.
Kelima perusahaan itu adalah PT Kencana Sawit Indonesia, PT Tidar Kerinci Agung, PTPN IV Regional IV, PT BPSJ, dan PT Sumatera Jaya Agro Lestari. Kesepakatan hibah dijadwalkan dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dalam waktu 10 hari setelah pertemuan pada 3 November 2026.
Dana tersebut akan masuk ke kas daerah melalui APBD 2027. Rencana pembangunan mencakup tujuh ruang rawat inap berkapasitas empat tempat tidur serta satu ruang isolasi dengan dua tempat tidur. Total tambahan kapasitas mencapai 30 tempat tidur.
Sementara itu, penguatan RSUD Muara Labuh mendapat dukungan PT Supreme Energy Muara Laboh dengan investasi lebih dari 1 juta dolar AS. Perusahaan tersebut akan membiayai pembangunan 20 ruang rawat inap VIP yang ditargetkan rampung November 2027.
Konstruksi dijadwalkan mulai Januari 2027 dengan estimasi pengerjaan 11 bulan.
Selain dukungan swasta, Pemkab Solok Selatan juga mengalokasikan Rp 3,99 miliar untuk tambahan 12 tempat tidur dan Rp 2,68 miliar untuk pembangunan fasilitas medical check-up.
Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha ini diharapkan mempercepat peningkatan kapasitas rumah sakit serta memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat Solok Selatan.(*)




