Risma Lumpuh dan Buta, Owner Gran Azizi Ulurkan Bantuan

Iklan Semua Halaman

Risma Lumpuh dan Buta, Owner Gran Azizi Ulurkan Bantuan

05 September 2019



Padang Panjang -- Penyempitan syaraf tulang belakang telah mengakibatkan, Risma (30) warga Rao Rao, RT 03, Kelurahan Koto Panjang, Padangpanjang Timur, lumpuh dan buta. Terkendala biaya, upaya pengobatan yang dilakukannya akhirnya terhenti. Kamis (5/8) sekitar pukul 11.00 WIB, Risma, ibu dari dua anak itu  hanya mampu berdoa dan pasrah meratapi penderitaannya di rumah kontrakannya.

Berharap kesembuhan, setiap menunaikan sholat, Risma terus berdoa akan kesembuhannya pada Allah SWT. Lebih kurang satu tahun dirinya mengaku telah lelah berobat. Suatu ketika ketika Risma menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Padangpanjang, Risma harus kembali meneteskan air mata ketika mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari petugas kesehatan.

Merintih kesakitan, kelainan saraf tulang belakang yang dideritanya  semakin menggerogoti tubuhnya semakin membuat dirinya tak kuasa menjalani hidup ini. Sekujur kaki tak bisa bergerak, mata pun tak bisa melihat.  Hanya meraba raba, ketika Risma menginginkan sesuatu dan memanggil suami dan anak anaknya untuk minta tolong.

Siang itu, sekitar pukul 11.00 WIB, Risma, kaget rumahnya kedatangan tamu yang tidak dikenalnya. Saat itu dirinya terlihat  tengah tertidur lemas ditemani oleh seorang ibu-ibu separuh baya yang kerap membantu Risma di waktu luangnya.

Ucapan salam dari tamu, mengagetkan Risma, serta bangun dari tidurnya dan bersandar di dinding rumah sederhananya.

Tanpa bertanya, Risma mempersilahkan tamu masuk sembari memberikan senyum yang tersungging di bibirnya gemetaran.

Sejak duduk menyaksikan penderitaan Risma, tamu yang ternyata adalah Owner Grand Azizi,  Alek Saputra, seorang pengusaha muda sukses di Kota Padangpanjang. Kedatangannya untuk menyambangi Risma, tidak terlepas dari rasa peduli antar sesama.

Perbincangan Alek Saputra dengan Risma pun berlangsung. Ketika itu Risma bercerita tentang histori penyakit itu hinggap di tubuhnya. Lima tahun silam , Risma jatuh saat bekerja. Kepalanya dan punggungnya terbentur kelantai hingga harus di rawat. Awal masih bisa diatasi, berjalannya waktu penyakit itu mulai menggerogoti tubuhnya hingga lumpuh dan buta.

Mendengar cerita Risma, semua tamu yang datang bersama pengusaha muda dermawan Itu, tertegun bisu dengan mata tidak berkedip menyaksikan ibu dua anak itu mulai mengungkap penderitaannya.

Tak sanggup membendung air mata, Risma yang diselimuti rasa sedih mengatakan tidak lagi sanggup untuk berobat. Pasalnya, jangankan untuk berobat uang kontrakan pun sudah menunggak 3 bulan, cicilan motor untuk suami membawa ojek pun sudah jatuh tempo serta untuk biaya sekolah anaknya pun sudah tunggang langgang.

Memotong pembicaraan Risma, Alek Saputra yang ikut larut dengan penderitaan Risma, langsung mengutarakan niatnya untuk membantu Risma.  Awalnya, Alek telah menyiapkan sembako, beras, minyak, gula dan jenis sembako lainnya untuk diberikan pada Risma.

Menyaksikan sekaligus mendengarkan kesedihan Risma dengan kondisi memiriskan. Owner Grand Azizi itu, spontan mengeluarkan isi dompet di saku belakang celana levisnya. Semua rupiah yang tersimpan berjumlah RP 1.950.000,-, di hadapan Risma dan tamu lainnya, BATUUD  Koramil 08 Batipuh, Afrizal Malalo dan sejumlah staf nya, separuhnya diberikan pada Risma untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Uang dengan jumlah 1 juta diserahkan pada Risma. Ucap syukur pun terucap pada Allah SWT, yang diiringi ucapan terimakasih pada Alek Saputra.

Tak hanya bantuan, Alek Saputra pun menawarkan untuk membiayai sekolah anaknya dan menawarkan pekerjaan untuk suami Risma.

"Ibu Risma, jika anak ibu mau masuk pesantren saya akan sanggupi biaya sekolahnya selama di pesantren. Bagi , saya akan berikan pekerjaan yang layak di perusahaan saya. Alhamdulillah Bu Risma, semoga apa yang berikan dapat memberikan keringanan pada keluarga Ibu" ungkap Alek.

Mendengar kan tawaran dari Alek Saputra, air mata Risma kembali menetes ke lantai disertai ucapan syukur dan menilai kedatangan Alek Saputra dianggap perpanjangan tangan Tuhan dalam mengabulkan setiap doa doanya.

Dalam suasana haru, Risma dalam tangisnya sosok kedermawanan Alek Saputra mengingatkan dirinya dengan sosok Mantan Walikota Hendri Arnis, yang begitu peduli dengan masyarakat di Padangpanjang.

" Ya, setahun yang lewat saya di temui Bapak Hendri Arnis. Selain bantuan saya juga diberikan motivasi untuk kuat menjalani kehidupan ini," ujar Risma terus menggenggam tangan Alek Saputra berharap suatu saat nanti akan jadi Walikota Padangpanjang kedepannya.

Hingga saat ini, selain mendapatkan bantuan dari BAZ , ungkap Risma belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah atau dari Dinas terkait. " Ketika dirawat di RSUD Padangpanjang, saya mendengar WaliKota Fadly Amran datang, saat itu keluarga saya menghampiri Walikota berniat memberitahu ada warganya yang butuh pertolongan. Namun, walikota keburu pergi," ujarnya.

Dikatakannya, dirinya memiliki kartu BPJS, namun dengan rasa trauma, Risma tidak mau lagi dirawat disana. "Mereka tidak sopan dan selalu saja berkata nyeleneh dalam melayani pasien. Mereka tidak tahu apa yang saya rasakan. Ya, saya harus keluar paksa dan tak mau lagi dirawat di RSUD," ujarnya.

Sementara menanggapi kondisi itu, Alek Saputra, mengungkapkan prihatin terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Pemerintah. Semoga kedepannya kondisi tersebut segera dibenahi dan  tidak terjadi lagi.

Terpisah, Batuud Koramil 08, Afrizal, mengapresiasi atas kepedulian salah seorang pengusaha muda Kota Padangpanjang. Sedikit bocoran, personel TNI itu mengungkapkam  bahwa Alek Saputra, saat ini juga tengah diuji kesabarannya oleh Allah SWT. Selain menjadi kepala keluarga dirinya juga menjadi ibu rumah tangga untuk anak anaknya. Istri Alek Saputra juga dalam kondisi sakit dan saat ini menjalani perawatan medis intensif di salah satu RS di Bukittinggi. Namun, kondisi itu tidak membungkam niatnya untuk terus peduli pada masyarakat Padangpanjang.

"Manusia berhati Malaikat, barangkali ungkapan itu saat ini tepat di tujukan buat seorang Alek Saputra," ujar Anggota TNI itu. (**)