Notification

×

Iklan

Iklan

Bom Madinah, Menewaskan 2 Petugas Keamanan

05 Juli 2016 | 04.01 WIB Last Updated 2016-07-04T21:02:00Z

Seorang pembom bunuh diri telah menyerang Kota Madinah, Saudi Arabia. Lokasi pemboman dekat dengan Masjid Nabawi, salah satu Masjid yang diutamakan Umat Islam, menurut laporan media lokal Arab.

Pembom itu meledakkan posko  petugas keamanan yang sedang berbuka puasa Ramadhan, kata al-Arabiya TV.

Dilansir sedikitnya dua dari petugas telah dibunuh, namun belum ada konfirmasi resmi.

Masjid ini adalah tempat pemakaman Nabi Muhammad dan Madinah kota kedua paling suci dalam Islam setelah Mekkah.

Terkait Kantor Berita Sabq dan Surat Kabar Okaz juga memuat laporan dari serangan bunuh diri ini.

Sebelumnya, setidaknya satu ledakan mengguncang Kota timur Qatif.

Qatif adalah rumah bagi banyak minoritas Muslim Syiah dan ledakan muncul untuk menargetkan sebuah masjid Syiah. Penyerang tewas namun tidak ada korban lain yang dilaporkan.

Seorang pembom bunuh diri yang diduga juga meninggal setelah meledakkan instalasi di dekat konsulat AS di kota Jeddah. Dua petugas keamanan luka ringan , tapi tidak ada orang lain yang terluka.

Cuplikan media sosial dari Medinah menunjukkan kendaraan terbakar di parkir, dengan dua petugas keamanan tergeletak di dekatnya.

Rekaman lainnya menunjukkan ambulans dan kendaraan polisi menuju ke daerah pemboman tersebut.
Beberapa laporan mengatakan petugas keamanan yang hendak berbuka puasa didatangi seorang pria muda, dikatakan oleh Kantor beritaOkaz , ia berusia sekitar 18 tahun, mendekati mereka untuk berbagi makanan. Dia kemudian si pemuda meledakkan bom.

Qari Ziyaad Patel, 36, dari Afrika Selatan, yang berada di masjid, mengatakan kepada Associated Press bahwa ia berpikir itu suara tembakan meriam yang menandai buka puasa.

Namun dia mengatakan tanah bergetar, menambahkan: " getarannya yang sangat kuat dan terdengar seperti sebuah bangunan meledak.."

Banyak posting di Twitter menyatakan kemarahan dan kegeraman bahwa situs suci Masjid Nabawi dijadikan target bom bunuh diri.

Tidak seorang pun belum mengatakan bertanggung jawab berada di belakang salah satu serangan.

Mereka datang dengan bulan suci Ramadhan hampir berakhir dan menjelang liburan Idul Fitri.

Arab Saudi telah menjadi target serangan oleh apa yang disebut Negara Islam selama dua tahun terakhir.

Pada bulan Juni, kementerian dalam negeri mengatakan ada 26 "serangan teror" di kerajaan pada waktu itu.
(*)

Sumber: BBCnews.com


×
Berita Terbaru Update