Notification

×

Iklan

Iklan

Pentingnya Literasi Qur'ani Untuk Orangtua Santri

24 September 2017 | 12:34 WIB Last Updated 2017-09-24T05:38:08Z
Oleh: Maisar Setiawan Munaf
(BARKA Training & Consulting)


Pasbana.com -- Bulan Muharram yang identik dengan tema hijrah harus dimaksimalkan oleh ummat Islam untuk meningkatkan pemahaman agama yang dianutnya. Tak cukup sekedar perayaan atau perlombaan, tapi juga pengayaan wawasan Keislaman.

Dengan memaksimalkan momentum tahunan ini, Pengurus Pondok Tahfizh Surau Dakwah Jorong Tanjung Nagari Pandai Sikek mengadakan program istimewa untuk orangtua / wali santrinya. Pusat kegiatan menghafal Al-Qur'an yang dipimpin oleh Ustadz Yusral Malin Marajo ini mengumpulkan orangtua sekaligus putra-putrinya untuk menyamakan carapandang tentang Tahfizh pada Ahad (24/9).

Jika dulunya Tahfizh pernah dipandang sebagai program terpisah dari pelajaran sekolah bahkan ada yang mengeyampingkannya, maka dalam beberapa tahun terakhir carapandang masyarakat mulai berubah. Tahfizh tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, tapi sudah menjadi keharusan dalam pendidikan generasi Islam.

Penyampaian ceramah di Nagari Khas Tenun di Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar ini diamanahkan kepada saya. Untuk memudahkan pemahaman orangtua yang berasal dari latar belakang berbeda-beda, saya menggunakan metode simulasi air, yaitu dua gelas air masing-masing berisi air jernih dan air berwarna yang diilustrasikan sebagai isi pikiran. 

Yang jernih saat diteteskan tinta warna gelap segera terkontaminasi dengan mudah. Namun air yang berwarna gelap, tak cukup hanya diteteskan air jernih saja, tapi harus disiram dengan kucuran air jernih terus menerus. Maksud saya adalah bahwa pikiran anak-anak yang jernih mudah terkotori, dan pikiran yang sudah terkotori, perlu upaya keras dan berkelanjutan dalam membersihkannya sampai kembali jernih.

Perumpamaan tersebut saya jadikan titik pembahasan, bahwa proses pembersihan dan penjernihan hanya bisa melalui metode Qur'ani. Yaitu berpedoman sesuai petunjuk Al-Qur'an. Saya memberikan istilah Literasi Qur'ani, yaitu menjadikan Al-Qur'an sebagai bahan bacaan, yang difahami dan dijalani sebagai cara hidup. Kesimpulannya bahwa Literasi Qur'ani akan melahirkan generasi yang "melek" dengan hakikat hidup di jalan Allah.

Kegiatan saya diakhiri dengan penyerahan Mushaf Al-Qur'an titipan dari QATAR Charity kepada Pondok Tahfizh yang berada di pinggang Gunung Singgalang ini.[*]