Notification

×

Iklan

Iklan

Pilwako Padang Panjang , Gerindra Akan Berkoalisi Dengan PKS

29 Oktober 2017 | 20:51 WIB Last Updated 2017-10-29T14:36:29Z

Padangpanjang - Meski waktu pelaksanaan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Padangpanjang semakin dekat dan tinggal beberapa bulan lagi. Tetapi, eskalasi politik di Kota berjuluk Serambi Mekah itu masih tetap adem ayem.

Selain Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB) yang telah menyatakan berkoalisi untuk mengusung calonnya pada Pilwako mendatang. Partai Gerindra dan PKS juga akan membangun koalisi permanen, seperti koalisi yang dilakukan di tingkat pusat hingga daerah.

Ketua DPC Gerindra Kota Padangpanjang Ir.Rafdi Meri Syarif didampingi Delfian Mansur dan Muchtar Efendi serta sejumlah pengurus DPC Gerindra lainnya kepada wartawan menyampaikan, sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Padangpanjang sesuai dengan SK DPP Partai Gerindra tanggal 22 September 2017 dan diserahkan pada 4 Oktober 2017  lalu, dirinya tengah melakukan konsolidasi partai menghadapi Pilwako dan Pileg 2019.


“Sebagai pimpinan partai dan pendeknya persiapan untuk verifikasi partai yang dilakukan oleh KPU, kita memang menfokuskan tenaga dan fikiran untuk mempersiapkan berbagai kelengkapan administrasi sebagai bahan verifikasi oleh pihak KPU dan DPC Gerindra Kota Padangpanjang telah mendaftar ke KPU pada tanggal 15 Oktober dan seluruhnya berkasnya dinyatakan lengkap,”sebut Rafdi Meri.

Dikatakannya, selain verifikasi partai, Gerindra juga sedang menyiapkan langkah-langkah untuk pelaksanaan Pilwako Padangpanjang Tahun 2018. Dimana, Gerindra sebagai partai yang memiliki 3 kursi keterwakilan di lembaga DPRD juga akan menyiapkan langkah koalisi dengan partai lain, agar bisa mengusung calon sendiri.

“Sesuai dengan koalisi permanen kita dari pusat. Gerindra akan berkoalisi dengan PKS, sama seperti Pilkada Jakarta yang telah mengantarkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Begitupun dengan pasangan Irwan Prayitno dan Nasrul Abit sebagai Guburnur dan Wakil Gubernur Sumbar, apalagi Nasrul Abit juga Ketua DPD Gerindra Sumbar,” sebut Rafdi Meri yang juga Sekretaris Umum di Ikatan Masyarakat Padangpanjang (IMPP).

Untuk melakukan koalisi tersebut, lanjutnya, pembicaraan demi pembicaraan telah dilakukan dengan PKS, termasuk juga tokoh-tokoh masyarakat Padangpanjang. Agar, calon yang akan diusung oleh koalisi Gerindra-PKS tersebut, bisa memenangkan Pilwako Padangpanjang Tahun 2018.

“Tidak tertutup kemungkinan Ketua DPC Gerindra akan menjadi bakal calon wali kota, ataupun dari PKS. Tetapi, kita akan membuka penjaringan dan melakukan survey, sehingga calon yang kita usung nanti, benar-benar menjadi pilihan masyarakat,” sebut Rafdi Meri Syarif.

Terpisah, Ketua DPD PKS Kota Padangpanjang Nasrullah Nukman ketika dihubungi mengakui, telah melakukan pembicaraan dengan DPC Gerindra Kota Padangpanjang, terkait rencana koalisi menghadapi Pilwako Padangpanjang.

“Tidak tertutup kemungkinan, kita akan melanjutkan koalisi permanen yang telah dibangun dari pusat tersebut. Apalagi, dari sejumlah pengalaman koalisi yang dilakukan, calon-calon yang diusung oleh Gerindra dan PKS selalu mendapat tempat di hati masyarakat, seperti pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta,” sebut Nasrullah Nukman yang akrab disapa Buya itu.

Buya juga menyampaikan, jika koalisi Gerindra-PKS telah dideklarasikan nantinya, PKS sendiri akan mengusung kader-kader terbaiknya untuk bertarung di Pilwako, termasuk peluang dirinya yang digadang-gadangkan sebagai kandidat bakal calon wali kota periode berikutnya.

“Dukungan dari sejumlah tokoh dan kelompok masyarakat, agar saya maju pada Pilwako mendatang memang cukup besar. Tetapi, itu semua dikembalikan ke mekanisme partai dan jika partai merestui, saya akan siap mengemban amanah tersebut,” ungkap pria yang aktif di lembaga pengajian itu. (Delma)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update