Bakal Calon Parpol Pilwako Bukittinggi Melejit, Petahana Terusik

Iklan Semua Halaman


Bakal Calon Parpol Pilwako Bukittinggi Melejit, Petahana Terusik

Admin Minangkabau
29 June 2020
Oleh : Rio Friyadi




Pasbana.com -- Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) telah mengeluarkan Surat Ketetapan (SK) untuk mengusung Erman Safar - Marfendi pada Pilwako Bukittinggi. Dihadiri langsung oleh Ketua DPW PKS Sumbar dan Ketua Wilda Sumbagut PKS sampaikan akan menyongsong Pilkada dengan mengusung kader sendiri. PKS sudah bisa melaju sendirian karna punya tiket cukup, namun Erman Safar masih menunggu keputusan dari partai lain yang sudah berkomunikasi sebelumnya.

Sebelumnya di Rumah Makan Sederhana DPC Partai Demokrat Bukittinggi sudah mendeklarasikan akan mengusung Yontrimansyah - Chairunnas untuk menjadi Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota  Bukittinggi. Demokrat butuh satu kursi lagi untuk menggenapkan dukungan sebagai syarat pendaftaran di KPU. Dapat satu partai untuk berkoalisi untuk mengantarkan kandidat ini menghadang Pilwako Bukittinggi.

Selanjutnya ada Yemmelia, satu-satunya kontestan wanita pada Pilwako kali ini juga sudah berkeliling pada berbagai partai dalam minggu ini untuk mendapatkan dukungan. Beliau juga optimis akan didukung oleh partai dan segera mendeklarasikan diri partai pengusung dan calon wakilnya.

Geliat partai politik dalam minggu ini cukup besar dalam menghadirkan kandidatnya. Parpol yang sebelumnya dianggap remeh akhirnya kali ini menunjukkan tajinya. Seperti diketahui petahana cukup superior dengan jalur independennya, disusul dengan dua pasang lainnya juga mendaftar jalur non partai.

Setelah PKS dan Demokrat masih banyak partai yang belum mengumumkan sikap politiknya pada Pilwako 2020. Diprediksi bakal ada tiga atau empat pasang calon dari jalur partai politik ini. Dan tentu saja Pilwako Bukittinggi 2020 akan dibanjiri oleh kandidat.

Banyaknya kandidat seolah ingin mematahkan argumen bahwa petahana sulit dikalahkan. Petahana yang dinilai cukup superior belakangan ini, namun mengalami tren penurunan. Terbukti dengan banjirnya kandidat yang bermunculan.

Ada plus dan minus tentunya. Semakin banyak kandidat, semakin mudah pula petahana melanggeng kembali untuk periode berikutnya. Karna petahana sudah punya basis massa cukub bagus terutama yang pro pada pemerintahan. Namun, disisi lain juga hadirnya berbagai kandidat juga menjadi sinyal berbahaya bagi petahana, saling berebut basis massa akan terjadi. Maka kalau tidak hati-hati dengan kejumawannya petahana bakal tersandung pada Pilwako kali ini.

Ujian berat tentu ada pada calon dari partai politik. Meningkatkan popularitas serta elektabilitas adalah keniscayaan. Petahana punya modal besar. Meraih suara 40% pada Pilkada 2015 lalu yang sangat mungkin dipertahankan kembali. Pertaruhan besar bagi partai agar serius menawarkan ide dan gagasan agar siap menghadapi pertempuran yang akan dihelat pada Desember mendatang.(*)