Notification

×

Iklan

Iklan

Mimpi Buruk Petahana

14 Desember 2020 | 10:31 WIB Last Updated 2020-12-14T03:31:27Z

 


Oleh Rio Friyadi


Pasbana.com -- Kekalahan Hendra Joni – Hamdanus di Pemilihan Bupati Pesisir Selatan dan Ramlan Nurmatias – Syahrizal pada Pilwako Bukittinggi membuat gempar kontestasi Pilkada 2020. Hendra Joni punya segalanya, prestasi mentereng sebagai Bupati Pessel telah ditorehkan, hampir seluruh lembaga survey menobatkan beliau sebagai pemenang dengan angka diatas 50% sebelum pemilihan. Namun takdir Allah berkata lain, beliau dikalahkan oleh sang wakil yang satu paket dengan pasangan Pilgub NA-IC.


Ramlan – Syahrizal juga bernasib sama,cukup pede dengan maju melalui jalur perseorangan, sang petahana diprediksi bakal menang mudah. Sebelum pemilihan memang terjadi tren penurunan elektabilitas petahana namun mantan ketua KPU Bukitinggi masih tetap dipuncak. Akhirnya paslon nomor urut satu ini dikalahkan oleh anak muda usia 34 tahun Erman Safar dalam perhelatan Pilwako Bukittinggi 2020.


Apa faktor kekalahannya? Yap, karena sudah merasa menang sebelum pemilihan. Paslon dan tim terlalu percaya diri untuk menang, sehingga larut dalam kejumawaan dan tidak serius mengamankan kantong-kantong suaranya yang berhujung pada kekalahan. Layaknya sebuah pertandingan, Pilkada hanya akan dimenangkan oleh peserta yang serius menjalani kompetisi hingga peluit akhir dibunyikan. 


Tidak hanya Hendra Joni dan Ramlan, Pilkada 2020 diprediksi juga tidak menguntungkan bagi petahana disejumlah daerah. Mulai dari Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang saat ini masih kalah tipis dari paslon nomor 4 Mahyeldi-Audi. Wakil Bupati Agam Trinda Farhan, Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi, Wakil Bupati Tanah Datar Zulfadri Darma, Plt Bupati Pasaman Barat Yulianto, Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy, Plt Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, dan Wakil Bupati Yulfadri Nurdin.


Kesembilan wakil kepala daerah diatas berdasarkan hitung cepat yang beredar dinyatakan kalah oleh pesaingnya. Walaupun berposisi sebagai wakil yang akselerasi politiknya tidak sekuat orang nomor satu, namun petahana diatas memiliki modal elektoral cukup kuat memenangkan Pilkada 2020. Namun lagi-lagi nasib berkata lain, Pilkada Sumbar 2020 boleh dibilang sangat seru dan atraktif sehingga nasib petahana tidak terlalu mujur.


Hanya tiga petahana yang berpeluang memenangkan Pilkada 2020. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Walikota Solok Zul Elfian bakal melanggengpada periode keduanya. Kemudian Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur bakal naik kelas menjadi Bupati karena unggul telak dari pasangan calon lainnya.


Fenomena ini boleh dibilang menjadi hal mengejutkan pada perhelatan Pilkada tahun ini. Hasil ini juga menjadi sinyal bagi petahana berikutnya yang akan mengikuti kompetisi Pilkada. Petahana harus menorehkan prestasi dan kinerja yang memadai untuk bisa ikut berkompetisi di Pilkada berikutnya. Tanpa prestasi yang membanggakan, siap-siap saja fenomena ini akan kembali terulang pada Pilkada berikutnya.(*)