“Sebelumnya sudah diumumkan 300 desa wisata dari seluruh provinsi di Indonesia. Selamat saya ucapkan kepada 100 desa wisata. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan desa wisata berkualitas dan berkelanjutan.” ujar Sandiaga Uno di akun resmi Instagram Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI).


Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra yang juga Ketua Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) Sumatera Barat didamping Ketua ADKI Kabupaten Limapuluh Kota, Rino Chandra, yang diwawancarai awak media disela-sela kunjungan Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno ke Kampung Sarugo, Sabtu (28/8/2021) mengatakan Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Limapuluh Kota memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang luar biasa.


ADKI mendukung penuh pengembangan Desa Wisata dan Desa Kreatif dengan melakukan pendampingan langsung kepada desa- desa di Kabupaten Limapuluh Kota, sehingga nantinya dapat membuka lapangan kerja baru di desa atau nagari di Kabupaten Limapuluh Kota. 


“Untuk pengembangan desa wisata yang ada di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, dalam waktu dekat ADKI Sumbar akan melakukan MoU Kerjasama Pengembangan Desa Kreatif Terpadu bersama Pemkab Limapuluh Kota,” sebut Deni Asra yang juga Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota ini.


Dijelaskan Deni Asra, 100 desa yang terpilih dari 1.831 Desa Wisata seluruh Indonesia. Provinsi Sumatera Barat lolos terbanyak yaitu sembilan desa wisata.


Menuru Deni Asra pihaknya sudah memberikan report terkait gambaran umum permasalahan kepariwisataan di Limapuluh Kota. Terkait desa wisata Kampuang Sarugo yang ditinjau langsung oleh Menteri juga ada beberapa catatan penting terkait digitalisasi, infrastruktur, toilet dan fasilitas pendukung lainnya.


“Ini yang akan kita tindak lanjuti dengan Bupati setelah pengesahan APBN 2022 nanti ke Kementerian Parektaf. Tadi juga ada pemberian paket kepada Kampuang Sarugo berupa internet gratis selama 1 tahun,”jelas Deni Asra.


Potensi Parekraf yang bisa di lakukan di waktu pandemi ini, salah satunya memunculkan kearifan lokal dalam pengembangan kepariwisataan. Potensi ekraf, kata Deni, sebetulnya luar biasa.


“Ada 17 sub sektor ekraf yang kami liat potensinya bagus di Limapuluh Kota. Tinggal bagaimana kita mengemasnya dan menyiapkan kebutuhannya,”sambung Ketua DPRD menjelaskan program prioritas pariwisata sudah ada dalam dokumen RPJMD 2021-2026.


Ketua DPRD Limapuluh Kota itu meminta, Pemkab serius dan mampu berkolaborasi dengan baik dan cepat sehingga mampu diwujudkan dalam waktu dekat. Tentunya diikuti dengan anggaran yang jelas baik dari APBD Kabupaten, APBD provinsi maupun APBN.


“ADKI Sumbar akan berkontribusi dalam mewujudkan kemajuan kesejahteraan masyarakat lewat sektor wisata. Tidak hanya di Limapuluh Kota tapi juga di Sumatera Barat,”pungkas Ketua ADKI Sumbar ini. (Rilis)