Notification

×

Iklan

Iklan

Pererat Silaturahmi dan Lestarikan Tradisi, Warga KTK Gelar Doa Tulak Bala

15 Oktober 2021 | 19:41 WIB Last Updated 2021-10-15T17:42:31Z


Solok – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sesama warga Kelurahan Kampai Tabu Karambie (KTK), Kota Solok, Kamis (14/10/2021) pagi, masyarakat setempat menggelar sebuah tradisi Doa Tulak Bala yang telah diwarisi secara turun temurun di kalangan masyarakat setempat.


“Tradisi Doa Tulak Bala merupakan permohonan kepada Allah SWT dengan cara membacakan shalawat nabi secara bersama-sama sambil berjalan kaki mengelilingi hamparan sawah dengan dipandu oleh seorang ulama,” kata Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Solok, H. Rusli Malin Marajo.


Tulak Bala itu sendiri, lanjutnya, bertujuan agar tanaman terhindar dari berbagai macam bahaya dan hama penyakit tanaman, sehingga hasil panen sesuai dengan hasil yang diharapkan oleh petani nantinya.


Kegiatan tradisi ini dihadiri oleh ratusan masyarakat tani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sawah Bodi bersama Ketua Bundo Kanduang Kota Solok, Sitta Novembra, Lurah KTK, para Niniak Mamak dan Bundo Kanduang dari masing-masing kelurahan, serta selain itu hadir dalam acara ini Ketua DPRD Kota Solok, Hj. Nurnisma, SH dan beberapa Anggota DPRD diantaranya Yoserizal, SH dan Wazadly, SH.


“Kami selaku lembaga Legislatif sangat mengapresiasi dan bangga dengan diadakannya kegiatan tradisi Doa Tulak Bala oleh masyarakat Kelurahan KTK. Seperti tahun sebelumnya, tradisi Doa Tulak Bala juga rutin dilaksanakan oleh masyarakat yang berada di hamparan Sawah Solok. Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi contoh dan juga diikuti oleh Kelurahan lainnya yang memiliki lahan pertanian,” kata Ketua DPRD Kota Solok, Hj. Nurnisma, SH dalam sambutannya. 



Hj. Nurnisma menilai dengan diadakannya tradisi tersebut, selain melestarikan budaya, namun kegiatan ini dapat juga dijadikan sebuah ajang untuk bersilaturahmi.


“Sudah saatnya kita membangkitkan kembali tradisi lama untuk dijadikan sebuah edukasi bagi generasi muda untuk mempertahankan kearifan lokal. Sebagai contoh, saat ini telah banyak generasi muda kita yang tidak lagi saling mengenal hubungan kekerabatan satu sama lainnya,” jelas Ketua DPRD.


“Harapan kita, tentu hari ini mudah-mudahan Allah SWT bisa mengabulkan permohonan ini dan kita semua berharap melalui tradisi Doa Tulak Bala ini mudah-mudahan bisa terjadi apa yang kita harapkan,” tuturnya.


Menurut panitia pelaksana sekaligus anggota DPRD Kota Solok, Yoserizal, SH bersama Wazadly, SH mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa, agar terhindar dan dijauhkan dari segala bala dan bencana. Selain itu, Doa Tulak Bala ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua.


Yoserizal juga menambahkan, acara ini sebagai ajang untuk merajut dan menguatkan silaturahmi sesama masyarakat. “Kegiatan ini tidak tertutup hanya untuk kalangan masyarakat Kelurahan KTK saja akan tetapi semua masyarakat Kota Solok pada umumnya, kegiatan ini untuk saling mendoakan dalam hal kebaikan,” ujarnya. (Rilis)