Notification

×

Iklan

Iklan

Masjid Tua Nan Unik di Penang ini Dibangun Ulama Kharismatik Asal Minangkabau

05 Januari 2022 | 22.58 WIB Last Updated 2022-01-05T15:58:48Z


Pasbana | Untuk Kabar Sumbar —Jika Anda berkunjung ke Penang perlu kiranya untuk bisa singgah dan sembahyang di Masjid yang memiliki desain dan struktur bangunan unik. Keunikan itupun masih terus dipertahankan keasliannya hingga kini. 


Masjid tersebut telah berusia 300 tahun dan berdiri di Kampung Batu Uban, sebuah wilayah di George Town, Penang, Malaysia. Masjid ini tidak terlihat kumuh dan terus menarik jamaah untuk menunaikan shalat dan berwisata untuk melihat keunikannya.


Ketua DKM Masjid Jamek Batu Uban Sheikh Abdul Azizi mengatakan, masjid ini didirikan pada 1734 oleh Syeikh Muhammad, seorang ulama terkemuka asal Minangkabau, Sumatra Barat, Indonesia atau dikenal dengan sebutan Syeikh Muhammad Saleh Al-Minangkabawi atau Syeikh al-Islam, atau lebih dikenal dengan Maharaja Nan Intan Tunku Patih Nan Sebatang dari Pagar Ruyong, Sumatera Barat, pada 1734. Pembangunannya dilakukan sekitar 52 tahun sebelum Francis Light menginjakkan kaki di Pulau Penang, yang kemudian dikenal sebagai Pulau Kesatu.



Masjid ini memiliki ruang sholat utama dengan empat pilar yang hingga kini tidak diubah dari bentuk aslinya, termasuk mimbar dan kubahnya yang terbuat dari kayu cendana.


Menurut Sheikh Abdul Aziz, berlokasi di dekat bibir pantai membuat bangunan tersebut tidak terkecuali dari erosi pantai yang mempengaruhi masjid.


 “Ada beberapa perubahan yang dilakukan, namun tidak mempengaruhi desain asli masjid, seperti penambahan mushola yang merangkap sebagai ruang makan untuk berbuka puasa atau tempat kegiatan yang diadakan di masjid” ujarnya yang dikutip di Bernama, Rabu (5/1).


“Bukannya kami tidak ingin masjid diperbaiki. Jika perbaikan dilakukan, masjid tidak bisa digunakan dan akan meresahkan masyarakat sekitar,” sambungnya. 


Selain itu, kendala lain yang mengurungkan niatnya untuk melakukan renovasi adalah perlunya pelibatan kontraktor yang berkualifikasi agar struktur asli masjid masih dapat terjaga, kata dia. Pada 2006, Penang Heritage Department telah mengubah struktur atap masjid agar lebih aman, tambahnya. 


Menurut Syekh Abdul Azizi, masjid ini juga memiliki sumur yang diyakini telah dibangun ratusan tahun lalu, yang tidak pernah kering meski di musim kemarau. 


“Menurut sejarah, ketika Haji Mohammed Saleh tiba di sini, dia menemukan dua mata air tidak jauh dari pantai. Setelah itu, ia memutuskan untuk membuka daerah tersebut dan sumur tersebut digunakan oleh para pengikutnya untuk persediaan air mereka. Meskipun sumurnya tidak jauh dari pantai, airnya tidak asin,” katanya.


Sumber

https://bernama.com/en/general/news.php?id=2038765

×
Berita Terbaru Update