Notification

×

Iklan

Iklan

Pemprov Sumbar Serahkan Bonus kepada Atlet dan Pelatih Peraih Medali PON XX Papua

04 April 2022 | 21.37 WIB Last Updated 2022-04-04T14:38:27Z


Padang, pasbana.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengapresiasi para atlet dan pelatih yang telah meraih medali pada ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX-2021 di Papua.


Dalam ajang Nasional tersebut, para duta olahraga Sumbar itu membawa pulang total raihan 38 medali. Terdiri dari 8 emas, 12 perak dan 18 perunggu, berasal dari 15 cabang olahraga dan menduduki peringkat ke-15 nasional.


Penghargaan atas prestasi tersebut diaktualisasikan dengan memberikan bonus yang diserahkan Wakil Gubernur Audy Joinaldy di Auditorium Gubernuran, pada Senin (4/4).


Audy mengatakan, Pemprov Sumbar mengucapkan terimakasih dan apresiasi luar bisa kepada atlet dan pelatih yang berjuang di PON Papua lalu. 


“Para atlet jangan pernah berpuas diri. Apresiasi ini memang layak disyukuri, namun tetap fokus pada target berikutnya yakni PON Aceh dan Riau pada 2024 yang kemungkinan berlangsung pada 2025,” ucapnya. 


Audy menyebutkan Pemprov dan KONI Sumbar akan segera membuat grand desain olah raga daerah.


“Kita tengah petakan dan menentukan cabor prioritas utama. Terutama yang memiliki sejarah prestasi panjang di Sumbar. Saya melihat cabor beladiri cukup bagus,” cetusnya.


Ia berharap para atlet menggunakan bonus dengan bijak serta benar-benar bermanfaat untuk masa depan.


“Gunakanlah bonus ini dengan bijak. Bisa terpakai untuk tambahan usaha, biaya pendidikan, bahakan untuk menikah sekali pun,” ujar Audy.


Kadispora Sumbar Dedy Diantolani mengatakan, duta-duta olahraga Sumbar telah berjuang maksimal di PON Papua. Dan hal itu menurutnya layak diapresiasi dengan bonus uang.


Meski secara peringkat dibanding PON 2016 di Jawa Barat, pencapaian Sumbar menurun. Itu akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk menghadapi PON selanjutnya di Aceh dan Sumautera Utara.


Dedy menerangkan menyoal bonus medali, anggarannya melalui APBD Sumatera Barat 2022 dengan jumlah Rp4 miiar lebih.


“Untuk bonus peraih medali emas perorangan mendapat 200 juta, medali perak 65 juta dan perunggu Rp35 juta.


Sementara bonus untuk atlet ganda, beregu dan bonus untuk pelatih jumlahnya variatif,” tuturnya.


Dedy juga menyampaikan permintaan maaf kepada atlet dan pelatih. Sebab, penerima bonus  Rp60 juta ke bawah potong pajak 5 persen. Sedangkan di atas Rp60 juta kena pajak PPH dan PPN dengan jumlah 5 persen dan 15 persen.


Mengenai bonus untuk cabor kriket yang memperoleh medali perunggu, Dedy mengatakan pihaknya belum bisa mengeluarkan.


“Kriket bonusnya belum, karena kekurangan anggaran. Bonus nantinya ada pada anggaran APBD Perubahan pada Oktober mendatang,” cetus Dedy.


Sementara itu, Plt KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi dukungan Pemprov Sumbar untuk olahraga Sumbar yang sangat serius.


Ia menyebut, setelah penyerahan bonus dan pembubaran kontingen, pemerintah daerah dan KONI Sumbar akan segera membuka lembaran baru.


“Kita akan fokus pada persiapan menuju PON 2024 di Sumatera dengan tuan rumah Aceh dan Sumatera Utara,” katanya.


Tapi, Hamdanus mengingatkan ada agenda yang tak kalah penting sebelum PON 2024, yaitu kualifikasi PON yakni Porwil dan Kejurnas, termasuk Porprov. Sumbar.


“Saat ini Pemprov dan KONI Sumbar telah mempersiapkan proposal 2023. Kita sepakat menyangkut porsi anggaran untuk pembinaan olahraga Sumbar,” imbuhnya. (Rilis) 


×
Berita Terbaru Update