Notification

×

Iklan

Iklan

7 Makanan yang Sering Disajikan Saat Perayaan Lebaran di Minangkabau

04 Mei 2022 | 20.49 WIB Last Updated 2022-06-30T12:41:42Z
Foto: cookpad


Pasbana - Ketupat lengkap dengan sayur dan lauk pauknya sudah jamak menjadi hidangan kelurga saat lebaran di seantero nusantara. Tapi selalu ada yang spesial muncul saat lebaran dan menjadi khas bagi keluarga di daerah tertentu.


Apa saja itu? Setidaknya ada 5 kudapan populer lebaran di Sumatera Barat atau Minangkabau. Kudapan ini sering dirindukan dan terbayar lunas tatkala lebaran datang.


Berikut adalah daftarnya, yang mungkin bisa mengingatkanmu akan kampuang nan jauh di mato :


1. Lamang

Masyarakat di Sumatra Barat (Sumbar) persisnya Minang, rutin menyambut Lebaran Idul Fitri dengan kegiatan malamang atau memasak lemang.


Bahan-bahan yang diperlukan dalam memasak lemang adalah bambu khusus untuk lemang, daun pisang, santan, beras ketan, dan pisang. Semua bahan itu diaduk menjadi satu adonan sebelum dibakar.


Ada beberapa pilihan beras dan rasa saat memasak lemang seperti beras ketan biasa, beras ketan hitam, dan bisa dicampurkan dengan pisang.


Foto: tribunnews


Bambunya sudah disiapkan sekitar dua atau tiga hari sebelumnya dalam bentuk potongan, dan untuk kelapanya juga sudah disiapkan. 


Saat waktu memasak lemang tiba, pembuat lamang memeras santan kelapa sejak masuk waktu subuh. Selanjutnya bambu dibersihkan dan dilapisi daun pisang yang dimasukkan ke dalam bambu.


Beras ketan yang telah dicuci terlebih dahulu, selanjutnya baru santan dan siap untuk dimasak dengan perapian dari kayu. 


Lokasi memasak lemang biasanya di lapangan terbuka atau halaman rumah. Sedangkan untuk pembakaran, apinya tidak selalu besar. Saat beras ketan dan santan mulai mendidih di dalam bambu, lemang dimasak dengan api kecil atau bara api sambil menunggu matang.


Agar tidak hangus, proses selanjutnya membalikkan bambu agar lemang matang secara keseluruhan. Memasaknya sampai memakan waktu sekitar empat jam. Lamang merupakan salah satu menu kudapan yang akan dibawa saat tradisi maanta junjung


Untuk memakannya, masyarakat Minang biasanya menyantap  lamang ini dipadu bersama tapai, pisang, hingga durian.


2.Randang 

Rendang atau randang dalam bahasa Minangkabau adalah masakan yang berbahan dasar daging asli Indonesia yang berasal dari Minangkabau. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak suhu rendah dalam waktu lama dengan menggunakan aneka rempah-rempah dan santan. 


Foto: Detik Food


Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga yang tinggal hanyalah potongan daging berwarna hitam pekat dan dedak. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna cokelat terang keemasan.


Pada 2017, CNN Travel menyatakan bahwa kuliner dari Minangkabau ini menempati posisi pertama sebagai makanan terenak sedunia.


3. Kue Sapik

Kenapa namanya kue sapik? karena memang cara pembuatannya menggunakan alat sapik atau bahasa Indonesianya capit. Bahan utama pembuatan kue sapik adalah tepung beras, telur, kayu manis dan santan. 


Foto : Dok. Net


Langkah pembuatannya yaitu bahan yang sudah di olah berbentuk cair kental tersebut dimasukkan ke dalam alat sapik dengan ukuran 1 sendok makan.


Kue sapik di masak dengan menggunakan api sedang dan sekitar 1 sampai 2 menit di balik. Nah yang unik dari kue sapik ini, kalian bisa melipat kue sapik dan juga bisa digulung


4. Kue Ladu Arai Pinang

Kue arai pinang juga dikenal dengan nama ladu arai, merupakan camilan khas Kota Padang, Sumatera Barat. Kue tradisional ini biasanya hadir ketika acara besar, seperti acara pernikahan, khitan, dan Idulfitri. Rasanya gurih, teksturnya renyah, dan bentuknya bulat tipis dengan garis-garis lurus, menjadi ciri khas kue arai pinang.


Foto: Resep Kue

Menurut warga Minang, kue ini dinamakan arai pinang karena saat zaman dulu, sajian ini dicetak menggunakan bunga pinang. Namun kini sudah banyak cetakan kue arai pinang tersedia di pasar. Anda juga bisa membuat ladu arai pinang hanya menggunakan garpu, tanpa cetakan.


5. Dendeng Batokok

Dendeng batokok adalah masakan khas Sumatra Barat dibuat dari irisan tipis dan lebar. Setelah daging sapi diiris tipis melebar, lalu dipukul-pukul dengan batu cobek supaya daging nya menjadi lembut. Kemudian makanan ini diberi cabai hijau yang diiris kasar. 


Foto: istimewa

Olahan daging sapi yang bernama dendeng ini memang tenar sebagai masakan khas Sumatera Barat, dua olahan dendeng yang namanya mendunia yaitu dendeng balado dan dendeng batokok. Meski sama-sama dendeng, yang membedakannya adalah cara pengolahan dagingnya. 


Batokok dalam bahasa minang artinya dipukul (ditokok), jadi secara umum kita pasti sudah tahu jika daging yang akan dimasak itu mesti melewat tahap dipukul-pukul atau digetok atau ditokok. 


Dendeng batokok sangat nikmat dijadikan lauk teman makan bersama nasi. Di beberapa rumah makan Padang juga banyak yang menyediakan olahan daging ini. Jika Anda lelah makan rendang (olahan daging sapi yang sudah diakui dunia kelezatannya), maka Anda bisa mencoba alternatif masakan daging sapi seperti dendeng ini.


6. Katupek Gulai Paku

Katupek sama artinya dengan ketupat, sementara gulai paku yakni gulai pakis. Sajian ini merupakan salah satu menu legendaris di Ranah Minang. Sebagian besar penjual sarapan pagi menyediakan katupek gulai  paku. 


Katupek gulai paku memiliki cita rasa khas yang mungkin tak tersedia di daerah lain. Kuah gulai paku berwarna kuning, kemudian pakisnya dipilih yang masih muda.


Foto: Antara


Ketika disajikan, sepiring katupek gulai paku sangat menggugah selera. Dilengkapi dengan sebutir telur rebus dan di atas siraman gulai paku ditaburi kerupuk.


Namun, akan lebih nikmat lagi jika memakannya dengan gorengan sala lauak yang terbuat adonan tepung bercampur ikan asin atau kerupuk kulit yang renyah.


7. Tapai Ketan Hitam

Tape atau tapai adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat dari proses fermentasi beras ketan atau singkong yang mengandung karbohidrat. Tape ketan sendiri dibuat dari beras ketan, baik dari ketan putih atupun hitam. 


Cara membuat tapai ketan hitam tidak sulit, namun perlu diikuti dengan saksama. Tape ketan hitam yang manis dan segar tentunya sangat cocok untuk cuaca panas terutama jika dicampur dengan es krim dan bahan-bahan lainnya.


Foto: istimewa


Tape dapat bertahan di dalam suhu ruangan hingga 2 sampai 3 hari bila difermentasi menggunakan suhu kamar (lebih dari 20 derajat hingga 25 derajat celcius) dan tidak boleh lebih. 


Saat perayaan Idulfitri, tapai ketan hitam biasanya disajikan bersama lamang. Ini perpaduan yang lezat untuk dinikmati. 


Demikian 7 makanan khas yang sering disajikan saat perayaan Idulfitri di Ranah Minangkabau. Beragam kuliner menjadikan kita Makin Tahu Indonesia. Negeri yang kaya dengan budaya dan tradisinya.(bd) 


×
Berita Terbaru Update