Notification

×

Iklan

Iklan

Laju ‘Alek Bakajang” Kembali Digelar Masyarakat Gunung Malintang

06 Mei 2022 | 22.24 WIB Last Updated 2022-05-06T15:24:54Z


Limapuluh Kota, pasbana - Luapan kegembiraan terpancar dari raut wajah ribuan Masyarakat Gunuang Malintang maupun pengunjung yang sengaja datang untuk menyaksikan Alek Bakajang. Sempat ditiadakan dua tahun terakhir dikarenakan Pandemi Covid-19.

Tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun ini kembali digelar di Sungai Batang Mahek, Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis (5/5/2022). 


Pagelaran tahunan yang diselenggarakan setelah 3 Syawal atau Lebaran hari ketiga ini tentu saja ditunggu oleh berbagai pihak, terlebih setelah kemenangan prestisius yang menobatkan tradisi Bakajang sebagai Juara I Nasional kategori Atraksi Budaya (Cultural Attraction) di perhelatan Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021 besutan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Stable Sekayu, Sumatera Selatan, November 2021 lalu.

Sejumlah warga mendorong kajang (perahu yang dihias serupa kapal pesiar) saat digelarnya tradisi Bakajang. Bakajang merupakan tradisi turun temurun dengan menghias perahu yang dilakukan lima jorong di nagari itu selepas Idulfitri, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara anak nagari, ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, dengan tujuan mempererat persatuan, melestarikan adat budaya

Dilaksanakan selama lima hari berturut-turut dari 5 hingga 9 Mei 2022, Alek Bakajang  dibuka secara resmi oleh Bupati Limapuluh Kota, Safarudin Dt. Bandaro Rajo. 

" Kami sangat kagum kepada masyarakat Gunuang Malintang yang telah bergotong royong mensukseskan pagelaran Alek Bakajang tahun ini, " ungkap Bupati Safarudin. 

Menurutnya,  tradisi Bakajang tak sebatas kegiatan seremonial tahunan saja, namun memiliki kandungan nilai adat dan budaya pada tradisi Bakajang tersebut. 

“Bakajang sarat dengan tingginya nilai-nilai budaya yang menjadi nilai luhur yang dimiliki oleh masyarakat Gunuang Malintang,” imbuhnya. 

Bupati Safarudin berharap  masyarakat Gunuang Malintang menuliskan dan mendokumentasikan tradisi Alek Bakajang secara komprehensif dan lengkap, sehingga lebih mudah menurunkannya ke generasi mendatang. 

Di sisi lain, Bupati mengingatkan anak nagari Gunuang Malintang untuk masa mendatang dapat memaknai tradisi Bakajang tersebut sebagai salah satu upaya mempererat tali silaturahmi pasca hari raya Idul Fitri dan tentunya dapat di kembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. 


''Untuk itu keluhuran tradisi Bakajang, keindahan alam, kuliner yang khas, perlu dikemas secara menarik sehingga mengundang wisatawan untuk mengunjungi Gunuang Malintang, " pungkasnya. (nd) 
×
Berita Terbaru Update