Notification

×

Iklan

Iklan

Inovasi Kemenkes Ciptakan Set Rompi Penurun Suhu Sangat Membantu Jamaah Haji

10 Juli 2022 | 19.22 WIB Last Updated 2022-07-11T07:32:17Z


pasbana - Kementerian Kesehatan berinovasi ciptakan rompi penurun suhu. Jadi badan manusia bisa terasa dingin jika disuhu panas dengan mengenakan rompi ini.


Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas coba rompi itu. Dia mengaku tidak merasa kepanasan meski mengenakan rompi yang cukup tebal.


Rompi berwarna hitam dengan hoodie (topi kupluk) itu sangat membantu dalam situasi cuaca di Arab Saudi yang sangat panas.


"Ini kayak pakai AC dalam baju, kita tidak merasa kayak di tengah gurun. Saya akan coba ini untuk semua petugas. Overall ok banget ini," kata Menag di sela-sela meninjau tenda di Mina, Rabu.


Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi inovasi Kementerian Kesehatan dalam pelayanan Kesehatan haji. Salah satu yang menjadi point penilaian adalah adanya inovasi berupa set rompi penurun suhu yang akan digunakan untuk mengatasi pasien dengan heat stroke.


Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof Nizar Ali, dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Prof Hilman Latief saat bersama rombongan berkunjung ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.


Dikutip dari laman kemenkes.go.id (1/7/2022), Prof Nizar Ali mengatakan, inovasi set rompi penurun suhu yang akan digunakan untuk mengatasi pasien dengan heat stroke sangat bermanfaat, baik bagi petugas maupun bagi Jemaah haji, terutama di bawah terik sinar matahari untuk mendinginkan suhu.


”Sekali melangkah ada teknologi yang merekayasa panas menjadi dingin, kita sangat apresiasi,” ucap Nizar Ali.


Rompi penurun suhu merupakan inovasi yang dilakukan kementerian Kesehatan untuk penanganan kasus heat stroke pada Jemaah haji pada fase Armuzna. Inovasi ini memanfaatkan teknologi carboon cool yang dapat bertahan selama 8-12 jam di bawah terik matahari.


Dalam Kunjungannya, Sekjen Kemenag beserta rombongan juga berdialog dengan Kepala Pusat Kesehatan Haji beserta jajaran Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Pada kesempatan tersebut, dr. Budi Sylvana, MARS meminta dukungan dari Kementerian Agama dalam proses tasreh alat kesehatan, untuk meningkatkan pelayanan Kesehatan di KKHI pada musim haji tahun mendatang.


”Live saving kita lakukan di sini. Yang dirujuk yang butuh ioperasi besar dan pemeriksaan penunjang. Mohon bantuan dari kemenag supaya kita bisa lengkapi tasreh untuk alat-alat kesehatan di tahun depan, termasuk transfusi,” Ujar dr. Budi.


Pada kesempatan tersebut, Kementerian agama juga bersepakat untuk mendorong pelayanan Kesehatan menjadi lebih baik ke depannya.


”Kita menyaksikan langsung, sirkulasi datang dan perginya jemaah ke KKHI ini cukup banyak, 70 orang per hari. Kami sepakat pelayanan kesehatan kita dorong lebih baik,” Ujar Prof Hilman.


Dalam kunjungannya, Sekjen dan Dirjen PHU Kemenag beserta rombongan, setelah berdialog dengan Kepala Pusat Kesehatan Haji dan tim KKHI, melihat langsung sistem monitoring pengawasan makanan TelePetugas. Selain itu juga melihat langsung pelayanan Kesehatan yang sedang berlangsung di KKHI Makkah. (Rel) 




Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

×
Berita Terbaru Update