Notification

×

Iklan

Iklan

Sekeping Harap Pasca Haji

23 Juli 2022 | 08.10 WIB Last Updated 2022-07-23T01:42:40Z


Pasbana - Nasihat bijak dari Prof KH Didin Hafidhuddin dalam buku Membangun Kemandirian Umat bahwa pascahaji seorang Muslim dituntut untuk berubah menjadi lebih baik (an-yakuuna ahsana min qablu) dan menjadi agen perubahan di lingkungannya (wa an-yakuuna qudwata ahli baladihi).


Artinya, kecintaan kepada Islam, ketaatan beribadah, kualitas kerja, mencari rezeki yang halal, kejujuran, kerendahan hati, kepekaan sosial, kedermawanan, serta perilaku utama lainnya harus tercermin dalam karakter seorang yang sudah menunaikan haji.


Pada intinya, seorang haji hendaklah gigih membangun ekonomi keluarganya dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas agar bisa menolong kaum dhuafa. Lalu, berperan aktif dalam mencerdaskan umat menjadi pribadi yang tangguh dan berkeadaban. 


Oleh karena itu, seorang haji tidak patut berpangku tangan di tengah kondisi masyarakat yang buruk dan larut dalam kenikmatan spiritual dalam kesendiriannya.


Nabi SAW pernah bersabda, Haji mabrur tiada balasan baginya kecuali surga. Lalu, para sahabat bertanya, Wahai Nabi Allah, apa kah haji mabrur itu? Beliau menjawab, Ith'aamu ath-tha'aam (memberi makan orang lapar) dan ifsyaau as-salaam(menebarkan kedamaian).(HR Ahmad).


Pesan Nabi SAW tersebut menegaskan bahwa bukti kemabruran itu terlihat pada kesalehan sosial yakni kepedulian terhadap orang-orang miskin yang terlantar dan gerakan pemberdayaan umat.


Jamaah haji Indonesia berduyun-duyun telah kembali ke tanah air. Berbekal semangat beribadah dan beramal yang dibawa dari Tanah Suci, hendaknya mampu memberikan kontribusi berarti bagi negeri ini. 


Hari ini, banyak permasalahan kompleks yang mendera bangsa kita, peran haji sangat dibutuhkan. Dengan semangat amar ma'ruf nahi munkar, haji-haji Indonesia diharapkan bisa menjadi gerbong perbaikan ummat saat ini. (***) 


Semoga! 


×
Berita Terbaru Update