Notification

×

Iklan

Iklan

Kepulauan Mentawai Kembali Diguncang Gempa pada Senin Pagi

29 Agustus 2022 | 11:34 WIB Last Updated 2022-08-29T05:00:13Z


Mentawai, pasbana -  Setelah diguncang dua kali gempa kuat sejak malam dan pagi, Senin (29/8), Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, kembali diguncang gempa kuat pada pukul 10.29 WIB.

Informasi yang dirilis warning.bmkg.go.id, kekuatan gempa mencapai Magnitudo 6,4. Lokasi pusat gempa berada pada koordinat 0,99 derajat Lintang Selatan (LS) - 98,53 derajat Bujur Timur (BT) atau 161 kilomerer barat laut Mentawai. Sejauh ini, belum diperoleh informasi terkait dampak yang ditimbulkannya, namun BMKG menyatakan, gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Dikutip dari viva, sejumlah bangunan di Dusun Betaet Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat mengalami kerusakan. Warga setempat dilaporkan melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi atau aman. Menurut laporan yang diterima, bangunan SMPN 3 dan Puskesmas Bateat Siberut Barat mengalami kerusakan. 
 
Hingga kini, belum ada laporan resmi dari otoritas terkait mengenai dampak kerusakan maupun korban jiwa yang timbul akibat gempabumi ini.  Diketahui, Kabupaten Kepulauan Mentawai diguncang gempabumi dengan magnitudo besar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, gempa pertama yang mengguncang tanah Sikerei itu, terjadi pada pukul 00.04 WIB dengan kekuatan 5.2 skala ritcher. 
 
Gempa pertama ini, terletak di 1.00 Lintang Selatan dan 98.58 Bujur Timur dengan kedalaman 14 kilometer atau tepatnya berada di 166 kilometer Barat Laut Kepulauan Mentawai. lalu, pada pukul 05.34 WIB, gempa kedua terjadi dengan magnitudo 5.9 dengan kedalaman 11 kilometer. 
 
Hasil analisis BMKG, gempa ketiga terjadi pada pukul 06.06 WIB dengan magnitudo 3.7. Gempa ini, tepat berada di 0.93 LS,98.88 Bujur Timur atau 50 kilometer BaratLaut Pulau Siberut, kepulauan Mentawai dengan kedalaman 10 kilometer. “Masyarakat yang berada di Dusun Betaet Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat merasakan getaran gempa yang kuat. 
 
Saat ini, sedang evakuasi mandiri ketempat yang tinggi,”kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai, Novriadi. Meski magnitudo gempa cukup besar, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan lindu ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat terutama yang tinggal di Mentawai diimbau untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak (apabila ada) yang diakibatkan oleh gempa. 

Sementara itu Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si. melalui rilis resmi BMKG menyampaikan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng segmen Megathrust Mentawai-Siberut. 


"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault )," jelasnya.

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Siberut dengan skala intensitas V-VI MMI, getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, untuk daerah Tuapejat dan Painan dengan skala intensitas III-IV MMI . 

Sedangkan di daerah Padang Panjang, Bukittinggi, Kabupaten Solok dan Solok Selatan dengan skala intensitas II - III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang .  


" Gempabumi ini menimbulkan kerusakan ringan di wilayah Siberut Utara dan Siberut Barat. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," imbuhnya. 

Hingga pukul 11.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).  

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya.
(rilis)

×
Kaba Nan Baru Update